Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Kalender Berasal dari Peradaban Romawi Kuno, Awalnya hanya Terdiri dari 10 Bulan: Kini menjadi 12 Bulan, Begini Asal Usulnya

Dian Suryantini • Selasa, 23 Juli 2024 | 23:41 WIB
KALENDER: Kalender Masehi berasal dari peradaban Romawi Kuno yang mengalami evolusi dari 10 bulan menjadi 12 bulan. Begini asal-usulnya.
KALENDER: Kalender Masehi berasal dari peradaban Romawi Kuno yang mengalami evolusi dari 10 bulan menjadi 12 bulan. Begini asal-usulnya.

BALIEXPRESS.ID - Asal usul Kalender Masehi yang kita gunakan di Bali saat ini adalah hasil evolusi dari beberapa sistem penanggalan, terutama yang berasal dari Romawi kuno.

Berdasarkan ulasan dari berbagai sumber menyebutkan, sejarah Kalender Romawi awalnya hanya memiliki 10 bulan, dimulai dari Maret dan berakhir di Desember.

Kemudian, Raja Numa Pompilius menambahkan Januari dan Februari, yang pada awalnya ditempatkan di akhir tahun.

Menurut sejarah, pada tahun 45 SM, Julius Caesar memperkenalkan kalender Julian yang mengubah penempatan Januari dan Februari ke awal tahun, menciptakan kalender yang lebih mirip dengan yang kita gunakan sekarang.

Kalender Julian ini kemudian disempurnakan lagi menjadi kalender Gregorian yang kita gunakan saat ini oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582.

Berikut adalah sejarah dan asal-usul nama bulan dalam kalender Masehi:

Januari: Nama Januari berasal dari Janus, dewa dalam mitologi Romawi yang memiliki dua wajah, satu menghadap ke masa lalu dan satu menghadap ke masa depan. Bulan ini melambangkan transisi dan awal yang baru.

Februari: Nama Februari berasal dari kata Latin "februa" yang berarti pembersihan. Bulan ini dihubungkan dengan festival pembersihan masyarakat Romawi kuno yang disebut Februalia.

Maret: Nama Maret diambil dari Mars, dewa perang dalam mitologi Romawi. Bulan ini awalnya adalah bulan pertama dalam kalender Romawi dan biasanya digunakan untuk memulai kampanye militer setelah musim dingin berakhir.

April: Nama April kemungkinan berasal dari kata Latin "aperire" yang berarti membuka, mengacu pada bunga-bunga yang mulai mekar di musim semi. Ada juga teori yang menghubungkannya dengan Dewi Aphrodite dari mitologi Yunani.

Mei: Nama Mei mungkin diambil dari nama Maia, seorang dewi dalam mitologi Yunani yang dihubungkan dengan kesuburan dan pertumbuhan.

Juni: Nama Juni berasal dari Juno, dewi cinta dan pernikahan dalam mitologi Romawi. Juno juga dikenal sebagai pelindung bangsa Romawi.

Juli: Bulan ini awalnya disebut "Quintilis" yang berarti bulan kelima. Nama ini diubah menjadi Juli untuk menghormati Julius Caesar, yang lahir pada bulan ini.

Agustus: Bulan ini awalnya disebut "Sextilis" yang berarti bulan keenam. Nama ini diubah menjadi Agustus untuk menghormati Kaisar Augustus, kaisar pertama Romawi.

September: Nama ini berasal dari kata Latin "septem" yang berarti tujuh, karena bulan ini adalah bulan ketujuh dalam kalender Romawi kuno.

Oktober: Nama ini berasal dari kata Latin "octo" yang berarti delapan, karena bulan ini adalah bulan kedelapan dalam kalender Romawi kuno.

November: Nama ini berasal dari kata Latin "novem" yang berarti sembilan, karena bulan ini adalah bulan kesembilan dalam kalender Romawi kuno.

Desember: Nama ini berasal dari kata Latin "decem" yang berarti sepuluh, karena bulan ini adalah bulan kesepuluh dalam kalender Romawi kuno.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #asal usul #romawi kuno #sejarah #kalender