BALIEXPRESS.ID- Desa Tibuneng berlokasi di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Lokasinya berada di sebelah timur Desa Canggu.
Bahkan sampai saat ini ada yang menyebut Tibubeneng adalah Canggu.
Tidak salah jika nama Canggu masih melekat di desa yang juga memiliki pantai yang indah.
Baca Juga: Beda dari Tol Bali Mandara, Giri Prasta Tegaskan Tol Laut Tidak Akan Rusak Ekosistem
Sebab dalam sejarahnya Tibubeneng dulunya menjadi satu kesatuan dengan Desa Canggu.
Hal ini pun tercatat dalam website masing-masing desa.
Jika melihat sejarah Desa Tibubeneng tidak lengkap rasanya untuk mengulas arti dari nama tersebut.
Tibubeneng ini bersama dari dua kata, yakni Tibuan dan Neng.
Tibuan memiliki arti bulakan atau sumur sedangkan Neng berarti tidak ada air atau kering.
Baca Juga: WADUH! Kecewa Tak Kunjung Diangkut, Warga Kirim 4 Truk Sampah ke Kantor Bupati dan DPRD Sintang
Dari cerita yang tertulis di website tersebut, I Gusti Gede Mangku Nangun Yasa melakukan semadi di daerah Tibuan Neng.
Kemudian beliau mendapatkan senjata yaitu lelandepan dengan nama Ki Lemat Agung, dan Tamiangnya bernama I Kulen Jaya.
Tak lama setelah mendapatkan dua senjata muncullan air dari bawah tanah.
Air tersebut diberi nama Buit Tirta. Padahal di lokasi semedinya adalah Tibuan yang sebelumnya kering.
Sehingga cerita tersebut juga dituangkan dalam logo Desa Tibubeneng.
Baca Juga: DUH! Dipakai Foto Prewedding; Mobil Mewah Terjebak di Pasir Pantai Pasut Tabanan, Rental Auto Nangis
Terkait nama Desa Tibubeneng yang masih disebut Canggu, erat kaitannya dengan pemekaran wilayah.
Sebelumnya kedua desa ini memiliki pemerintahan tersendiri.
Sebelum bergabung, Tibubeneng memiliki pemimpin atau yang saat ini disebut perbekel, pertama I Gusti Gede Kosok, disusul AA Putu Mandra memerintah hingga tahun 1939, selanjutnya AA Raka Mandri dari 1939-1949. Selanjutnya sebelum bergabung dengan Canggu, dipimpin oleh I Made Pursa, dari tahun 1950-1958.
Sejak tahun 1958 Desa Tibubeneng dan Tjanggu saat itu menjadi kesatuan karena jumlah penduduk dan pelayanan.
Kemudian menjadi Desa Canggu hingga tahun 2001.
Kemudian pada 18 Juli 1997 terbitlah Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tk I Bali No. 408 Tahun 1997 Tentang Penetapan Desa-Desa Persiapan di Kab. Dati II Badung dan Tabanan.
Sejak saat itu diusulkan nama dua Desa yakni Canggu dan daerah pemekarannya Tibubeneng.
Untuk mengisi jabatan Kepala Desa Persiapan Tibubeneng di tunjuklah Drs I Made Gandra, melalui Kep. Bupati Dati II Badung Nomor 1433 Tahun 1997.
Pada 6 Juli 1999 Desa Persiapan Tibubeneng menjadi Desa Difinitif sesuai Keputusan Gubernur Kadati I Bali No. 289 Tahun 1999, Tentang Penetapan Desa-Desa Definitif di Kab. Dati II Tab. Dan Badung Tanggal 6 Juli 1999. Kepemimpinan kembali dipercayakan kepada Drs I Made Gandra.
Kemudian, mulai 21 Desember 2000 Desa Tibubeneng melakukan pemilihan perbekel.
Pemilihan ini pun sampai saat ini masih berlaku sesuai dengan periode tertentu. (esa)
Editor : Wiwin Meliana