BALIEXPRESS.ID-Usai kematian Dali Wassink akibat kecelakaan di jalan sunset Road Kuta, Bali, kini berkembang mitos mistis jalan tersebut.
Apalagi sebelumnya, seorang selebgram bernama Gebby Vesta sempat mengungkapkan bahwa jalan Sunset Road merupakan jalan yang membutuhkan tumbal.
Baca Juga: Mitos Mistis Jalan Sunset Road Bali; Jro Bayu Gendeng Minta Pengendara Waspada di Jam Ini
Hal ini lantaran Gebby Vesta menilai jika setiap tahun selalu ada kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Terkait hal itu penekun spiritual Jro Bayu Gendeng pun buka suara
Pihaknya tak menampik bahwa setiap jengkal tanah Bali begitu akrab dengan dengan dimensi-dimensi dengan metafisika.
Jro Bayu Gendeng pun meminta kepada masyarakat yang melintasi jalan Sunset Road agar selalu hati-hati dan waspada.
Baca Juga: HANURA Bali Gelar RAPIMDA IV, Usulkan Kembali Oesman Sapta Odang jadi Ketua Umum
Pihaknya pun menyebut ada mitos yang dipercaya oleh masyarakat Bali, bahwa jika melintas di jalan Sunset Road melakukan klakson untuk meminta izin kepada penunggu-penunggu tak kasat mata.
“Di jalan Sunset Road ada mitos turun temurun ngebel atau nyelang margi untuk meminta izin kepada penunggu-penunggu jalan,” jelas Jro Bayu Gendeng dikutip dari kanal Youtube Ganjil Misteri pada Kamis (25/07/2024).
Mitos dengan mengklakson itu dilakukan pada simpang siur Patung Dewa Ruci, kemudian perempatan arah jalan Imam Bonjol, perempatan jalan Dewi Sri, dan perempatan arak ke Seminyak.
Lebih lanjut, pihaknya menyebut bahwa banyak praktisi yang melintasi jalan Sunset Road merasakan seperti masuk ke lorong gaib terutama pada saat hari Kajeng Kliwon dan Purnama.
Baca Juga: Kapolres Tabanan Pastikan Sarana dan Prasarana Siap Amankan Pilkada 2024
“Banyak praktisi yang melintasi jalan tersebut merasakan sensasi lorong gaib, masuk ke dimensi gaib terutama pada Kajeng Kliwon dan Purnama,” jelasnya.
Pihaknya pun meminta pengendara menjaga konsentrasi terutama pada waktu sandikala atau magrib.
“Saya sarankan untuk selalu menjaga konsentrasi terutama pada waktu sandilkala atau Magrib, atau di jam malam sekitar pukul 11.30 malam sampai pukul 02.30 dini hari,” jelasnya.
Editor : Wiwin Meliana