Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menguak Sejarah Dua Desa Abuan di Bangli Bali yang Berasal dari Kata Abu

I Made Mertawan • Jumat, 26 Juli 2024 | 15:43 WIB
Lambang Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali berkaitan erat dengan sejarah nama desa.
Lambang Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali berkaitan erat dengan sejarah nama desa.

BALIEXPRESS.ID- Di Kabupaten Bangli, Bali terdapat dua desa dengan nama yang sama, yakni Desa Abuan.

Desa Abuan ada di Kecamatan Susut. Satunya lagi di Kecamatan Kintamani.

Dikutip dari website resmi kedua desa tersebut, ternyata sejarah Desa Abuan di Kecamatan Susut memiliki kemiripan dengan Desa Abuan di Kintamani.

Seperti Desa Abuan di Kecamatan Susut misalnya. Sebelum menjadi sebuah desa, wilayah tersebut merupakan hutan belantara.

Konon, ada seorang pendeta wanita melakukan yoga semadhi di tengah hutan tersebut hingga suatu ketika muncul sinar suci hingga membakar habis hutan.

Peristiwa tersebut membuat wilayah yang dulunya hutan menjadi penuh abu. Tanah itu pun menjadi sangat subur.

Keajaiban alam ini menarik banyak orang untuk berdatangan dan membuka lahan pertanian di sana. Mereka menetap di sana.

Sejak saat itu, tempat tersebut dikenal sebagai tanah abuan (penuh abu) dan lama-kelamaan menjadi Abuan yang sekarang dikenal dengan Desa Abuan.

Sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan kekuatan alam, masyarakat Desa Abuan mendirikan palinggih yang kini dikenal dengan Pura Manik Geni.

Pura ini berada di tempat pendeta wanita bersemedi.

Bagaimana dengan sejarah Desa Abuan di Kecamatan Kintamani?

Dikutip dari website resmi Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, diulas bahwa nama desa itu juga berasal dari kata “abu”.

Sama dengan dengan Desa Abuan di Kecamatan Susut, dahulu di desa ini juga hutan belantara yang tidak berpenduduk.  

Kemudian datang 7 orang ke hutan itu. Mereka merambah hutan dan membakarnya hingga penuh abu.

Tempat yang penuh dengan abu inilah yang lama-kelamaan menjadi “Abuan". 

Ketujuh penduduk pertama Desa Abuan ini sekaligus sebagai pendiri dan membuat lambang desa berupa pohon beringin berdiri kokoh ditopang oleh 7 akar. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #Kintamani #bangli #sejarah #Desa Abuan