Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Desa Keliki, Dari Cerita Perjalanan Resi Markandya hingga Perang Saudara Kerajaan Mengwi Vs Gianyar

Y. Raharyo • Jumat, 26 Juli 2024 | 22:24 WIB
Desa Keliki di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali memiliki sejarah cukup panjang.
Desa Keliki di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali memiliki sejarah cukup panjang.

BALIEXPRESS.ID – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa sebuah desa diberi nama tertentu? Di balik nama-nama desa yang kita kenal sehari-hari, tersimpan kisah sejarah yang panjang dan menarik. Salah satunya adalah Desa Keliki di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali.

Dilansir dari website desa, disebutkan bahwa sejarah Desa Keliki belum diketahui secara pasti karena minimnya sumber sejarah seperti prasasti ataupun babad, dan lainnya. 

Sejauh ini, sejarah Desa Keliki hanya didapat dari cerita turun temurun dari para tetua ke generasi selanjutnya.

Sedikitnya ada dua cerita yang menghubungkan dengan Desa Keliki.

Yang pertama adalah pada zaman perjalanan Maha Resi Markandya ke Bali, disebutkan bhwa terdapat daratan dari Desa Taro ke Campuan Ubud yang diapit Sungai Wos. Daratan ini disebut mirip semut hitam, sehingga diberi nama Bangkiang Sidem.

Lebih lanjut, dari tempat tersebut Resi Markandya melanjutkan perjalanan ke Utara dan menemukan tempat berupa hutan belantara. Di hutan ini lah dibangun Pura Jemeng di daerah Desa Sebali.

Di dalam hutan yang dilalui inilah banyak sekali tumbuh pepohohan. Salah satunya pohon yang memancarkan sinar adalah pohon jarak dan diberi nama Pejarakan. Tempat itu kemudian disebut Pejarakan.

Di tempat ini Resi Markandya membuat pertanda tentang perjalanannya dengan sebuah batu yang masih disucikan masyarakat dan disebut Ratu Lingsir. Lokasinya antara Desa Kelusa dan Desa Keliki sekarang.

Cerita kemudian beralhir ke era kerajaan Mengwi. Kala itu, Desa Pejarakan menjadi bawahan Mengwi.

Pasek Aan alias Pasek Batu Melumut menjadi pemimpin Pejarakan. Dia membangun pemerintahan, subak, dan lainnya. Termasuk keberadaan  Subak Tain kambing, yang masih ada sampai sekarang.

Konon, pada abad ke-17, pada masa itu terjadi perebutan wilayah kekuasaan dan peperangan antar kerajaan.

Pasukan dari Kerajaan Gianyar yang dipimpin oleh I Dewa Keliki menggempur pasukan Kerajaan Mengwi di Desa Pejarakan.

Pasukan I Dewa Keliki dibantu dari sejumlah desa lain di Tegallalang, di antaranya Pejengaji, Gagah dan lainnya. 

I Dewa Keliki dan pasukannya berhasil memenangkan pertempuran ini.

Kemudian tempat I Dewa Keliki menyusun kekuatan disebut Pura Indra Kila, dan Desa Pejarakan diubah jadi Desa Keliki, sesuai nama Dewa Keliki sekitar tahun 1678 sampai sekarang.

Saat ini, Desa Keliki menjadi salah satu desa wisata di Gianyar, yang menawarkan keindahan alam dan budaya yang unik. ***

Editor : Y. Raharyo
#bali #gianyar #Desa Keliki #sejarah