Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ni Luh Djelantik Nilai Pembangunan Bandara Belum Urgen

Rika Riyanti • Minggu, 28 Juli 2024 | 02:36 WIB
RESPON: Anggota DPD RI terpilih 2024-2029 Ni Luh Djelantik
RESPON: Anggota DPD RI terpilih 2024-2029 Ni Luh Djelantik

BALIEXPRESS.ID - Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bali pada November mendatang, isu pembangunan Bandara Bali Utara turut kian hangat dan menjadi jualan politik.

Namun, Anggota DPD RI terpilih 2024-2029 Ni Luh Djelantik, memiliki pandangan yang berbeda terkait pembangunan bandara ini. Ia melihat, pembangunan bandara masih belum urgen.

Sebab ia menilai, pemerintah harus lebih dulu membahagiakan masyarakatnya ketimbang memikirkan pembangunan bandara.

Politisi asal Buleleng ini meminta lebih baik dibangun konektivitas jalan yang memumpuni untuk kemudahan akses. Jalan yang menghubungi ujung Gilimanuk, ujung ke Buleleng hingga ujung Badung atau ke ujung Karangasem.

“Bahagiakan dulu rakyatnya barus ngurus bandara gitu lho. Memang rakyat Buleleng bisa bawa blayag (Makanan khas Buleleng) gitu ke bandara. Terus ada usulan kayak bikin kasino memang pakai daun bukan anggaran,” cetusnya, Sabtu (27/7).

Menurut Ni Luh Djelantik, jika sudah dibuat konektivitas jalan serta fasilitas yang bagus, sehingga bisa diakses. Kemudian setiap jalan berapa kilometer yang mudah diakses dibangun pusat-pusat perekonomian rakyat yang hanya menjual produk khas kabupaten tersebut. Ia mencontohkan di Perancis, misalkan ke kota Nice hanya dijual barang-barang Nice.

“Dari sekian jalan bisa diakses dan dibuat pusat-pusat perekonomian rakyat. Kalau di kecamatan Sawan sepanjang kecamatan Sawan apapun potensinya dia kan secara adat, tradisi dan ekonomi dia punyabmuara,” katanya.

Disinggung terkait calon-calon yang akan maju di pemilihan kepala daerah, Ni Luh Djelantik akui banyak yang memintanya maju di kontestasi pilkada. Baik dari partai politik maupun komponen masyarakat. Hanya saja ia menolak, menurutnya ingin berjuang untuk Bali lewat DPD RI. Katanya ada hal yang lebih besar diperjuangkan.

“Karena banyak PR sebagai masyarakat. Aturan yang diperjuangkan di pusat harus yang mewakilkan masyarakat Bali harus bisa diplomasi tidak hanya sekadar berani,” ungkapnya.

Baca Juga: Beji Waringin Pitu: Tempat Melukat Tersohor di Bali dengan Tujuh Simbol Khusus

Ni Luh Djelantik mengaku, ingin fokus di DPD RI karena Bali sangat penting maka ia memutuskan di DPD RI. Sebagai senator juga bisa bekerja sama dengan kepala daerah. Ni Luh Djelantik berharap kepala daerah yang terpilih bisa menjalankan perannya dan paham kewajibannya yaitu melayani masyarakat. “Jadi memimpin melayani, kalau tidak bisa melayani tidak akan bisa memimpin,” tandasnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#urgen #bali utara #pilkada #ni luh djelantik #bandara