BALIEXPRESS.ID - Perbaikan jalan di jalur Mambal-Pelaga di Kabupaten Badung akhirnya ada titik kejelasan. Rencananya, perbaikan jalan provinsi dari Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal menuju Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, itu akan dilakukan oleh Pemkab Badung.
Pembangunan jalan yang selama ini belum tersentuh perbaikan saat Wayan Koster menjabat sebagai Gubernur Bali dari 2018-2023 maupun penerusnya Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya, itu akan menelan anggaran sebesar Rp130 miliar.
Rencananya, perbaikan jalan menggunakan duit Badung ini akan dimulai pada pertengahan Agustus 2024.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Ida Bagus Surya Suamba, mengatakan bahwa perbaikan jalan yang berstatus provinsi ini akan segera dilaksanakan.
Katanya, saat ini sedang berjalan proses tender peningkatan jalan tersebut.
"Pertengahan Agustus 2024 mulai pengerjaannya," ujar Surya Suamba saat dikonfirmasi pada Minggu (28/7).
Menurutnya, perbaikan jalan dari Mambal-Pelaga ini saat ini tengah menunggu pengesahan APBD Perubahan 2024.
Proyek perbaikan ini juga akan dilakukan secara bersamaan dengan perbaikan jalan kabupaten yang menuju Bendungan Sidan.
Dia menjelaskan, perbaikan jalan tersebut memiliki panjang total 22 kilometer.
"Target penyelesaiannya adalah bulan Oktober," kata dia.
Kepastian perbaikan Jalan Mambal-Pelaga ini juga telah disampaikan oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta. Menurutnya, Pemkab Badung berkomitmen untuk memberikan pelayanan infrastruktur yang layak dan memadai bagi masyarakat.
Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah dengan mengambil alih perbaikan jalan provinsi.
"Untuk Jalan Mambal-Pelaga yang menuju ke utara, saat ini kami sudah menganggarkan Rp130 miliar," ujar Giri Prasta.
Anggaran ratusan miliar tersebut akan digunakan oleh Dinas PUPR Badung untuk melaksanakan proyek perbaikan jalan pada tahun 2024. Setelah selesai, jalan tersebut akan diserahkan kepada pemerintah Provinsi Bali.
"Kami yang akan mengerjakan. Setelah selesai, jalannya akan kami hibahkan ke provinsi," tegas Bupati asal Pelaga ini.
Sebelumnya, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bali, Dewa Ayu Puspa Dewi mengatakan sepanjang jalan Denpasar-Petang milik Pemprov Bali 27,3 kilometer yang rusak, hanya bisa diperbaiki 1,7 kilometer.
Sehingga Pemprov Bali meminta kerja sama dengan Pemkab Badung untuk bisa memperbaiki sisanya mengingat Badung kaya raya.
"Provinsi hanya bisa menangani 1,7 kilometer sisanya dari 27,3 kilometer total panjang harapan kami ada tindaklanjut dari Badung," katanya, Rabu (5/6).
Pihaknya membeberkan, panjang total ruas Jalan Denpasar - Petang 27,3 Km sudah mendapat penanganan tahun 2023 dengan sumber dana APBD Provinsi Bali sepanjang 5,9 kilometer dan diprogramkan lagi penanganan dengan sumber dana DAK Tahun 2024 sepanjang kurang lebih 1,7 Km dengan segmen penanganan Pasar Mambal - Latu.
Sehingga masih terdapat sepanjang 19,7 km segmen jalan yang masih rusak yang perlu penanganan.
"Jadi dari Darmasaba sampai ke Mambal itu masih ada aspal yang rusak. Dari Latu sampai ke Petang masih ada aspal yang rusak yang kami harapkan ada semacam kerja sama penanganan dari kabupaten badung untuk pembiayaannya gitu lho," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, anggaran dibutuhkan memperbaiki jalan rusak, jika dihitung per kilometer menghabiskan Rp 3,5 atau Rp 4 miliar.
Tidak itu saja, Pemprov Bali juga terkesan lepas tangan dengan meminta selain ruas jalan Denpasar-Petang, juga jalur Kerobokan, Munggu, dan sekitar Nyanyi Tabanan (jalur Kerobokan-Tanah Lot).
"Itu kan dari simpang Kerobokan-Munggu-Tanah Lot kalau tidak salah ruas jalannya," tandasnya. ***
Editor : Y. Raharyo