BALIEXPRESS.ID - Seorang pria bernama I Nyoman Widhiasa, 42, dinyatakan tewas setelah ditemukan tak sadarkan diri di Jalan Pulau Galang Nomor 28, Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu (21/7).
Diduga, dia menjadi korban pembunuhan, lantaran pihak keluarga mendapati sejumlah kejanggalan.
Ada luka yang tak biasa pada leher pria asal Banjar Dinas Munti Gunung, Kubu, Karangasem itu.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menerangkan, perkara dugaan pembunuhan tersebut tengah diusut oleh Unit Jatanras Satreskrim Polresta Denpasar.
"Petugas sudah melaksanakan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ujarnya, Senin (29/7).
Berdasar laporan dari kakak korban bernama I Nyoman Mertayasa, 52, kejadian ini awalnya diketahui ketika pelapor dihubungi oleh teman korban bernama Dek Jung.
Saat itu Dek Jung memberi tahu bahwa Nyoman Widhiasa dalam keadaan pingsan pada Minggu (21/7) sekitar pukul 03.51 WITA.
Pria itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Surya Husada Denpasar.
Sayangnya dari keterangan dokter di rumah sakit tersebut, Widhiasa dinyatakan sudah meninggal dunia.
Lalu, Mertayasa menghubungi kakak bernama I Gede Darmawan dan menyuruhnya agar menengok adik mereka di rumah sakit.
Berikutnya, jenazah korban dibawa pulang kampung di Munti Gunung, Tianyar sekitar 06.00 WITA.
"Jenazah korban diberangkatkan dari Rumah Sakit Surya Husada Denpasar menggunakan Ambulans dan sekira pukul 10.00 WITA jenazah tiba di Karangasem," tandasnya.
Namun setibanya jenazah Widhiasa di rumah duka dan dibuka oleh Mertayasa, ternyata ada terlihat kejanggalan pada leher korban, karena terdapat bekas jeratan tali dan bekas cekikan.
Pihak keluarga yang merasa curiga dengan penyebab kematian korban lantas melaporkan masalah ini ke Polresta Denpasar melalui Mertayasa.
Kepolisian pun tengah berusaha mengusut tuntas kasus tersebut untuk mengungkap pelakunya. ***
Editor : Y. Raharyo