BALIEXPRESS.ID- Sebanyak 200 anak tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Denpasar mengikuti kegiatan edukasi keuangan yang hadir dalam bentuk peluncuran buku cerita berjudul "Olin Gemar Menabung dan Lilo Piknik".
Kegiatan ini digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali bekerja sama dengan BPD Bali dan IGTKI -PGRI Kota Denpasar di Gedung Dharma Negara Alaya, Senin (29/7/2024).
Pada kegiatan pagi itu, Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu yang juga penulis buku cerita tersebut menjelaskan, peluncuran buku cerita ini sendiri ditujukan sebagai alat edukasi yang dirancang untuk memperkenalkan konsep konsep dasar keuangan kepada anak-anak sejak usia dini.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara yang ditemui di sela kegiatan berlangsung menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program literasi ini.
Baginya, pengembangan kesadaran finansial sejak dini, diharapkan akan mampu menggiring anak-anak tentang pentingnya menabung, mengelola uang, dan memahami nilai uang sejak dini.
"Dengan memahami konsep ini, diharapkan anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang lebih bijak dan terampil dalam mengelola keuangan mereka di masa depan. Terimakasih pihak OJK, BPD Bali, IGTKI dan jajaran Pokja Bunda PAUD atas terselenggaranya kegiatan ini. Pemkot Denpasar siap untuk terus mendukung program positif seperti ini," ucap Jaya Negara.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara yang berkesempatan membacakan isi cerita buku tersebut mengungkapkan, pihak Pokja Bunda PAUD selama ini terus melakukan upaya koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak mengenai pembelajaran dan pembekalan kepada anak usia dini.
"Termasuk di dalamnya adalah edukasi seputar keuangan seperti ini. Kedepannya banyak edukasi lainnya yang bisa menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan, sehingga apa yang disampaikan kepada anak usia dini dapat mudah dipahami mereka," tuturnya.
Antari Jaya Negara juga menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam menyukseskan program ini.
Buku ini, lanjutnya, akan menjadi alat yang efektif jika didukung oleh interaksi aktif antara guru, anak-anak, dan orang tua. "Saya mengajak para guru untuk mengintegrasikan materi dari buku ini ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari di kelas. Orang tua juga diharapkan dapat melanjutkan pembelajaran ini di rumah dengan membaca," tutupnya. (*)
Editor : I Made Mertawan