BALIEXPRESS.ID-Ketua Hipmi Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih atau lebih akrab disapa Ajus Linggih mengusulkan pembangunan Kasino di Bali.
Keinginannya untuk mengusulkan pembangunan Kasino di Bali bukanlag tanpa sebab.
Ajus Linggih menilai bahwa salah satu solusi agar Bali mendapat PAD tinggi dan cepat adalah dengan pembangunan Kasino.
Baca Juga: Jelang Rapat Pleno DPHP Tingkat Desa, KPU Tabanan Rapat Koordinasi bersama PPK
Menurut Ajus Linggih, industry judi di Singapur mencapai revenue 5,25 miliar USD di 2023 setara dengan lebih dari 63 triliun Rupiah.
Dengan pajak 18%-22% itu berarti Bali akan mendapat potensi pajak sebesar 11 Triliun sampai 13 Triliun Rupiah apabila memakai hitungan yang sama.
Baca Juga: Harga Jatuh dan Pasar Lesu, Pengusaha Nener di Buleleng Ketar Ketir
Ajus Linggih menyebut bahwa Bali akan mendapat tiga kali PAD Bali yang sekarang dari pajak Kasino tersebut.
Baca Juga: Berkaitan dengan Pembagian Air untuk Lahan Pertanian, seperti Ini Sejarah Nama Desa Tembuku Bangli
“Dengan potensi itu, saya pikir bisa menuntaskan masalah-masalah mendesak Bali, khususnya penanganan sampah, pembangunan infrastruktur dan pelestarian adat,” ungkap Ajus Linggih dikutip dari akun Instagramnya pada Rabu (31/07/2024).
Selain itu, Ajus Linggih menyebut bahwa pajak yang diterima dengan adanya Kasino di Bali bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, meningkatkan Pendidikan dan Kesehatan masyarakat Bali.
Baca Juga: DLHK Denpasar Gencarkan Sosialisasi Pemilahan Sampah Mandiri Secara Door to Door
Lebih lanjut, Ajus LInggih menyebut bahwa pembangunan kasino di Bali bukanlah satu satunya solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan di Bali.
“Tapi daripada banyakan wacana mendingan mulai 1 demi 1. Namanya pro dan kontra pasti ada. Tapi kalau manfaatnya lebih banyak dari ruginya, why not?” ungkap Ajus Linggih.
Editor : Wiwin Meliana