BALIEXPRESS.ID-Senator RI terpilih Niluh Djelantik meyakini pembangunan kasino seperti yang diwacanakan akan menghancurkan Bali.
Menurutnya, meski Kasino dibuka sebagai daya tarik wisata dan diperuntukkan para WNA, namun Niluh Djelantik menyebut bahwa hal tersebut bukanlah jaminan bahwa Kasino tidak akan merusak orang-orang Bali.
Baca Juga: Kasino di Bali; Niluh Djelantik Tolak Usulan Ajus Linggih: Masih Banyak Cara Lain!
“Sedangkan negara-negara WNA itu berasal sedang mengalami resesi, mereka sedang mengumpulkan uang dan sebagian digunakan untuk berlibur,” jelas Niluh Djelantik dalam podcast Jeg Bali dikutip pada Rabu (31/07/2024).
Lebih lanjut, Niluh Djelantik menerangkan bahwa WNA itu datang ke Bali lantaran tertarik dengan budaya dan keindahan alam pulau Bali.
Pihaknya menyebut bahwa WNA justru merindukan Bali yang tidak macet dan minim kriminalitas.
Baca Juga: Pembangunan Kasino di Bali; Ajus Linggih Yakin Tak Akan Ancam Taksu Bali
“Banyak kita baca di media sosial para WNA justru merindukan Bali yang dulu. Bukan yang banyak beach club dan mall seperti saat ini,” jelasnya.
Dengan kondisi seperti itu, maka yang akan bermain judi kasino adalah orang-orang Bali seperti oknum pejabat dan WNA-WNA yang hendak berinvestasi di Bali.
“Lah orang di negaranya aja sedang resesi, yang bakal main judi bakal 4 L, lo lagi lo lagi,” jelas Niluh Djelantik.
Sebelumnya, Ketua Hipmi Bali Ajus Linggih menilai bahwa salah satu solusi agar Bali mendapat PAD tinggi dan cepat adalah dengan pembangunan Kasino.
Baca Juga: Usul Pembangunan Kasino di Bali; Ajus Linggih Klaim Bisa Tambah PAD Hingga Rp 13 Triliun
Menurut Ajus Linggih, industry judi di Singapura mencapai revenue 5,25 miliar USD di 2023 setara dengan lebih dari 63 triliun Rupiah.
Dengan pajak 18%-22% itu berarti Bali akan mendapat potensi pajak sebesar 11 Triliun sampai 13 Triliun Rupiah apabila memakai hitungan yang sama.
Ajus Linggih menyebut bahwa Bali akan mendapat tiga kali PAD Bali yang sekarang dari pajak Kasino tersebut.
Baca Juga: Jelang Rapat Pleno DPHP Tingkat Desa, KPU Tabanan Rapat Koordinasi bersama PPK
“Dengan potensi itu, saya pikir bisa menuntaskan masalah-masalah mendesak Bali, khususnya penanganan sampah, pembangunan infrastruktur dan pelestarian adat,” ungkap Ajus Linggih dikutip dari akun Instagramnya pada Rabu (31/07/2024).
Editor : Wiwin Meliana