Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sekda Bali Tekankan Peran Orang Tua dan Sekolah dalam Cegah Anak Terlibat Judi Online

Rika Riyanti • Kamis, 1 Agustus 2024 | 15:42 WIB

Sekda Bali menyebut pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam mencegah anak terlibat judi online
Sekda Bali menyebut pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam mencegah anak terlibat judi online

BALIEXPRESS.ID - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menekankan pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam mencegah anak-anak terpapar aktivitas ilegal seperti judi online.

Pernyataan ini disampaikan menyusul kekhawatiran meningkatnya akses anak-anak terhadap platform judi online yang semakin marak.

Baca Juga: Kasus Video Intim di Buleleng: Sekda Bali Desak Pembinaan Lebih Ketat di Sekolah

"Ya, kalau anak-anak terpapar, peranan dari orang tua sangat penting. Judi online dikerjakan polisi biar tidak ada lagi. Kalau judi online sudah tidak ada, kan tidak ada anak-anak terlibat. Kedua, ya peranan orang tua untuk mengawasi," ujar Dewa Made Indra, Rabu (31/7).

Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam memberikan edukasi dan pengawasan kepada siswa.

"Sekolah harus mengingatkan betul. Saya sudah minta ke Kadisdikpora, waktu Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) saya sudah ingatkan, saya sudah berikan sambutan pembukaan,” ungkapnya.

Baca Juga: Jejak Sejarah Desa Selulung Kintamani: Dari 7 Jadi 1, Ada Peran Pasek Nyoman Sadri

“Saya ingatkan, jaga anak-anak jangan sampai terlibat judi online, pinjaman online, kemudian narkoba dan kejahatan-kejahatan lainnya," tambahnya.

Selain itu, Dewa Made Indra menyoroti pentingnya literasi digital bagi anak-anak sebagai salah satu cara untuk mencegah mereka terlibat dalam aktivitas berisiko.

"Literasi digital ini paling penting. Anak-anak kita awasi. Anak-anak seperti sekarang share foto porno itu dishare itu kurangnya literasi digital. Kalau anak-anak mendapatkan literasi digital yang memadai, pasti mereka tahu mana yang boleh dibagikan kepada orang," jelasnya.

Baca Juga: Koster Minta Layangan dan Helikopter Sama-sama Diatur, Parta Warning Kapan dan Dimana Helikopter Wisata Bisa Terbang Ditegaskan

Terkait dengan pengawasan terhadap judi online, Dewa Made Indra menyebut bahwa hal tersebut menjadi tanggung jawab pihak berwenang.

"Kominfo punya akses mengenai judi online-nya, iya, tapi siapa yang main kan kita tidak tahu. Namanya juga online, transaksinya lain. Yang punya akses adalah PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), polisi pun mengandalkan data dari PPATK," katanya, menyoroti perbedaan antara judi online dan judi konvensional.

Baca Juga: Sejarah Taman Soekasada Ujung, Ikon Wisata Bali Timur yang Dibangun Arsitek Belanda, China dan Bali

Dewa Made Indra mengingatkan bahwa pencegahan judi online dan kejahatan digital lainnya memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat luas.

 "Ini adalah masalah bersama yang memerlukan perhatian serius dari kita semua," pungkasnya.(ika)

 

Editor : Wiwin Meliana
#judi online #Sekda Bali #peran orang tua