BALIEXPRESS.ID - Konten kreator asal Nusa Penida Alit Werdi Suputra kembali mengkritisi Pemerintah Kabupaten Klungkung lewat sebuah video yang langsung viral di media sosial.
Setelah sebelumnya sempat mengkritisi infrastruktur jalan dan PDAM Klungkung, kini ia mengkritisi pembangunan pasar yang timpang antara Klungkung daratan dan Nusa Penida.
Pada video tersebut emuda dengan 36.000 pengikut di akun instagram @alitwerdisuputra itu mengatakan bahwa istilah bahwa Nusa Penida adalah Telur Emas-nya Pulau Bali itu bohong. Karena menurutnya Nusa Penida adalah Taluh Semuuknya (busuk) Pulau Bali.
Sebab ia berpendapat jika Nusa Penida hanya menjadi sapi perah, diambil kekayaannya kemudian di eksploitasi. Sedangkan yang menikmati adalah mereka di Klungkung daratan.
Salah satu buktinya adalah ketimpangan pembangunan pasar. Ia pun mengunjungi Pasar Semarapura yang baru selesai direvitalisasi. Kondisinya kini semakin modern, megah dan nyaman bagi pembeli dan pedagang.
Sedangkan pasar di Nusa Penida kumuh, berantakan, dan banyak sampah.
Video itu pun mendapatkan komentar dari netizin, ada yang pro dan kontra terhadap pendapat Alit Werdi Suputra.
"konten dan tujuan bli sube bagus ne untuk memajukan Nusa Penida, tyang apresiasi, tapi tolong edukasi juga terkait dana yang digunakan untuk membangun pasar klungkung ne, apakah menggunakan APBD atau menggunakan APBN karena dua anggaran ini berbeda. Kalau tidak salah pembangunan pasar klungkung menggunakan APBN Kementrian Perdagangan sebesar 74,9M dan bukan menggunakan APBD Klungkung. pemikiran kritis to perlu san agar tre blog2gine jk pemerintah, tpi harus diimbangi juga dengan data yang memadai dan relevan bli pang tre pelih menggembar-gemborkan sesuatu ane bersifat publik" tulis @balakrisnayogi.
"Tidak memihak tpi harus objektif dalam menilai dan memberikan informasi, bli sebagai konten kreator harusnya juga memberikan edukasi untuk masyarakat dana yang digunakan untuk membangun pasar klungkung turunya darimana, kita memang harus kritis tpi jangan mengadudomba" tulis @onnyoott.
"Jangankan pasar, jalan menuju tempat parawisata saja banyak yang rusak, entah kmna uang kontribusinya" tulis @69dwiktraa_
"Ne mare Nyak video ne,arti ne masyarakat nusepenida apang nawang,bahwa penghasilan nuse sangat besar di sekabupaten,tpi ane menikmati te daratan, bukan orang nusepenide, pesu api wii" tulis @nikoheriawan_. (*)