BALIEXPRESS.ID – Viralnya video yang diunggah oleh konten kreator asal Nusa Penida, Alit Werdi Suputra menuai pro dan kontra di masyarakat.
Bahkan video yang membandingkan pembangunan pasar di Klungkung daratan dan Nusa Penida itu dibalas dengan video juga oleh netizen, Gemaya Wangsa.
Dalam video yang diunggah Gemaya Wangsa, ia mengapresiasi video yang dibuat oleh Alit Werdi Suputra. Hanya saja menurutnya seorang konten kreator harus memberikan konten-konten yang bersifat edukatif kepada masyarakat, bukan konten yang disinyalir dapat menimbulkan dampak negative.
Dampak negative yang ia maksud adalah dapat memecah belah masyarakat daratan dan Nusa Penida, kemudian juga menggiring opini publik bahwa Klungkung daratan dan Nusa Penida dibedakan oleh pemerintah. Padahal sejak dulu sudah diwariskan jika Klungkung daratan dan Nusa Penida adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu dalam membuat konten, Gemaya Wangsa menilai harus dilengkapi dengan data.
Hal ini memancing Bupati Klungkung periode 2013-2018 dan 2018-2023 I Nyoman Suwirta untuk berkomentar. Sebab sejak video milik Alit Werdi Suputra itu viral, ia banyak dicolek oleh netizen. “Ya saya terus di-tag walau sudah selesai jadi Bupati,” ujarnya Senin (5/8/2024).
Maka dari itu, Suwirta meminta kepada Pemkab Klungkung untuk menyampaikan data 10 anggaran yang digelontorkan untuk Nusa Penida. Termasuk pendapatan dari Nusa Penida. “Pemda perlu penyampaikan data atau menjawab polemik ini,” lanjutnya.
Ia bahkan telah menghubungi Pj Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika, yang mengaku akan segera menindaklanjuti hal tersebut. “Kalau sekarang terus saling jawab dan posting video tidak akan ada ujungnya, jadi perlu disampaikan data alokasi anggaran Pemkab Klungkung ke Nusa Penida. Kalau dikasi data pasti masyarakat akan mengerti,” tandasnya.
Sebelumnya Alit Werdi Suputra kembali mengkritisi Pemerintah Kabupaten Klungkung lewat sebuah video yang langsung viral di media sosial.
Setelah sebelumnya sempat mengkritisi infrastruktur jalan dan PDAM Klungkung, kini ia mengkritisi pembangunan pasar yang timpang antara Klungkung daratan dan Nusa Penida.
Pada video tersebut pemuda dengan 36.000 pengikut di akun instagram @alitwerdisuputra itu mengatakan bahwa istilah bahwa Nusa Penida adalah Telur Emas-nya Pulau Bali itu bohong. Karena menurutnya Nusa Penida adalah Taluh Semuuknya (busuk) Pulau Bali.
Sebab ia berpendapat jika Nusa Penida hanya menjadi sapi perah, diambil kekayaannya kemudian di eksploitasi. Sedangkan yang menikmati adalah mereka di Klungkung daratan.
Salah satu buktinya adalah ketimpangan pembangunan pasar. Ia pun mengunjungi Pasar Semarapura yang baru selesai direvitalisasi. Kondisinya kini semakin modern, megah dan nyaman bagi pembeli dan pedagang.
Sedangkan pasar di Nusa Penida kumuh, berantakan, dan banyak sampah. Video itu pun mendapatkan komentar dari netizin, ada yang pro dan kontra terhadap pendapat Alit Werdi Suputra. (*)