BALIEXPRESS.ID–Beredar kabar Paket Sandi (Sanjaya Dirga) yang dikabarkan sebagai penerima rekomendasi dari DPP PDIP dan akan diusung oleh PDIP Tabanan dalam Pilkada 2024.
Terkait hal itu, Ketua DPC PDIP Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyatakan jika itu hanyalah Isu belaka yang merupakan bagian dari dinamika politik di Kabupaten Tabanan.
Baca Juga: Warga Kecewa; Satpol PP Gianyar Hanya Cek Lokasi dan Data Galian Batu Padas Ilegal
"Isu itu, saya sudah sampaikan kepada pak Edi, jika paket itu hanya isu dan tidak benar. Biasalah dalam politik pasti ada dinamika, kalau kami di sini menyebutnya Rodinda, Romantisme, Dinamika dan Dialektika. Itulah yang terjadi saat ini," jelasnya seusai pelantikan Anggota DPRD Tabanan, Senin (5/8).
Dilanjutkan Sanjaya, kabar mengenai paket-paket yang diklaim sudah mendapatkan rekomendasi tersebut masih terlalu dini.
Karena Sanjaya sendiri mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi dari DPP PDIP terkait siapa saja yang akan direkomendasikan untuk maju dalam Pilkada 2024.
Baca Juga: Rahasia di Balik Topeng Sidhakarya: Simbol Kesuksesan Upacara Yadnya
"Rekomendasi kemungkinan turun setelah tanggal 20 Agustus. Untuk saat ini, saya pribadi merasa paket itu terlalu dini untuk dibahas, karena kami semua, saya dan tokoh-tokoh lain di Bali juga belum mengetahui rekomendasinya, karena itu diputuskan di pusat," tambahnya.
Senada dengan Sanjaya, Made Edi Wirawan yang saat ini menjabat sebagai wakil Bupati Tabanan dan diisukan tidak akan dipakai lagi untuk menempati posisi Cawabup dalam Pilkada 2024 mendatang, juga bersuara lantang dan tegas.
"Jika saya tidak diberikan rekomendasi, alasannya apa?, kami berdua selama 3,5 tahun ini tidak ada kasus hukum dan kami berprestasi dalam Pileg lalu. Jadi alasannya apa tidak merekomendasikan saya," ungkap Edi.
Edi Wirawan juga menyatakan jika Paket Jaya-Wira (Sanjaya-Edi Wirawan) tidak dipakai lagi dalam Pilkada 2024, maka akan menimbulkan kekecewaan masyarakat, khususnya di Kecamatan Kediri.
Karena menurutnya Kediri merupakan salah satu Dapil Gemuk di Tabanan, sehingga menurutnya jika wakilnya tidak dipertimbangkan maka masyarakat akan kecewa.
"Jika Jaya-Wira tidak dipakai lagi, maka hal itu sudah tidak benar, karena tidak menganut asas pemerataan. Selain itu, jika Kecamatan Kediri ditinggalkan, maka saya yakin masyarakat akan kecewa dan itu sudah tidak benar," urainya.
Dengan alasan tersebut, Edi menyatakan jika paket Jaya-Wira akan tetap bersama dalam Pilkada 2024.
Baca Juga: Pj Gubernur Bali Ikut Capim KPK, DPRD Bali Apresiasi Jejak Rekam dan Integritasnya
Sehingga pihaknya bersama dengan Bupati Sanjaya bisa melanjutkan program-program pembangunan yang dicanangkan.
"Saya optimis Jaya Wira tetap bersama dalam Pilkada 2024. Adanya riak-riak itu tidak benar karena itu belum resmi," tambahnya. (gek)
Editor : Wiwin Meliana