Viral Video Pelajar SMP di Bali Berkelahi Hebohkan Jagat Maya: Ini Sikap Polisi dan Disdikpora Buleleng
I Putu Suyatra• Rabu, 7 Agustus 2024 | 15:08 WIB
Tangkapan layar video viral perkelahian pelajar SMP yang disebutkan terjadi di Kabupaten Buleleng. Polisi dan Disdikpora Buleleng masih lakukan penyelidikan. (Foto Istimewa.)
BALIEXPRESS.ID - Jagat maya Buleleng, Bali dihebohkan dengan beredarnya video viral yang menunjukkan dua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) tengah berkelahi.
Saat ini, baik polisi maupun Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Video berdurasi 26 detik tersebut memperlihatkan dua siswa yang masih mengenakan seragam putih biru, terlibat dalam perkelahian.
Selain dua siswa tersebut, terlihat pula rekan-rekan mereka yang menonton dan bersorak tanpa ada yang berusaha melerai.
Dalam video, terlihat salah satu siswa memukul kepala lawannya hingga mengunci lehernya.
Meski sempat bangun kembali, pukulan bertubi-tubi kembali terjadi.
Lokasi perkelahian ini belum diketahui pasti, namun tampak seperti di jalanan kosong.
Informasi awal menyebutkan siswa-siswa tersebut berasal dari salah satu SMP di Kecamatan Buleleng. Percakapan dalam video juga terdengar menggunakan bahasa Bali.
Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan, mengaku pihaknya belum menerima laporan atau informasi mengenai peristiwa tersebut.
"Nihil laporan seperti itu. Kami masih mencoba telusuri lagi, apakah kejadiannya itu di Kota Singaraja," ujarnya pada Selasa (6/8).
Sekretaris Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih menelusuri identitas siswa-siswa yang terlibat dalam perkelahian tersebut.
Meski sudah mengkonfirmasi ke kepala sekolah, belum ada kepastian jelas mengenai video viral tersebut.
Surya Bharata berharap kejadian ini tidak terjadi di Bali utara.
"Kami masih mencari tahu dengan mengidentifikasi siswa, seragam, dan plat motornya. Saya tanyakan ke kepala sekolah, apakah ada laporan anak-anak berkelahi? Katanya tidak," ungkapnya pada Selasa (6/8).
Jika nantinya terungkap bahwa kejadian ini berlokasi di Buleleng, siswa yang terlibat akan mendapatkan pembinaan dari sekolah.
Mediasi juga akan dilakukan antara siswa yang terlibat bersama orang tua mereka, didampingi pihak sekolah.
"Tidak boleh diberhentikan. Kami lakukan pembinaan dulu. Semoga tidak ada korban dan tidak mengarah ke kriminalitas," tutupnya. ***