BALIEXPRESS.ID - Dalam perkembangan terbaru terkait pencalonan kepala daerah di Buleleng, kabar rekomendasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah beredar luas di kalangan masyarakat dan media.
Namun, Nyoman Sutjidra, salah satu kandidat yang santer disebut-sebut akan mendapatkan dukungan, mengaku hingga saat ini belum menerima surat resmi dari partai.
Sutjidra sendiri adalah wakil bupati Buleleng selama dua periode pada masa kerja 2012-2017 dan 2017-2022.
Baca Juga: Ini 3 Pura di Bali dengan Pesona Alam yang Memukau, Saksikan Tari Kecak di Bawah Langit Senja
Sutjidra mengaku telah mendengar kabar tersebut, namun surat resmi dari partai belum sampai ke tangannya.
“Saya tetap menunggu keputusan final dari partai dan siap menjalankan amanah jika memang dipercaya,” ungkapnya.
Kabar mengenai rekomendasi PDIP ini menimbulkan spekulasi di berbagai kalangan, mengingat pentingnya dukungan partai dalam pemilihan kepala daerah.
PDIP, sebagai salah satu partai terbesar di Indonesia, memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah politik di daerah, termasuk di Bali.
Baca Juga: Pemerintah Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Lokal untuk Kesuksesan Pembangunan IKN
Kasak-kusuk mengenai rekomendasi calon bupati dan wakil bupati ini tidak hanya terjadi di internal partai.
Kabar itu pun telah sampai ke telinga
masyarakat Buleleng. Ada yang mendukung penuh, ada pula yang sudah menduganya.
“Sejak dipasang baliho Sujtdra-Supit itu saya sudah duga pasti ini calonnya,” ujar Suhardi dengan percaya diri saat dijumpai di Kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Rabu (7/8) siang.
Baca Juga: TMMD Segera Digelar di Sukawati, Dandim Gianyar Tinjau Langsung Lokasi
Pada rekomendasi yang terbit, Sutjidra digandengkan dengan Gede Supriatna yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPC PDIP Buleleng dan Ketua DPRD Buleleng.
Meski kabar ini belum sepenuhnya benar, namun masyarakat Buleleng mengharapkan adanya pemimpin yang mampu menuntun rakyatnya.
“Saya berharap PDIP dapat memilih calon yang benar-benar peduli dengan kesejahteraan masyarakat Bali. Siapapun itu, asal tidak aneh-aneh, saya coblos,” ujar Made Norit, salah satu pedagang bubur di Singaraja.
Sementara itu, pada rekomendasi yang beredar, pasangan calon pemimpin Buleleng ini digadang-gadang dapat mengantongi kemenangan 70 persen.
Hal itu dikarenakan kedua sosok itu telah dikenal masyarakat Buleleng. Terlebih Sutjidra pernah menjadi wakil bupati dua periode.
Begitu juga dengan Supriatna yang kini menjadi Ketua DPRD Buleleng. (dhi)
Editor : Wiwin Meliana