BALIEXPRESS.ID - Keberadaan bocah bule asal Ukraina yang dijuluki Si Kocong di Bali telah cukup menghibur masyarakat media sosial selama beberapa bulan belakangan.
Tingkahnya yang unik dan nyeleneh menjadi sorotan publik.
Kocong identik dengan berkeliaran tanpa mengenakan sandal.
Ternyata, perilaku ini juga dilakukan oleh ibunya, yang berinisial SB.
Hal itu pun diungkap Kepala Imigrasi Denpasar, Ridha Sah Putra.
Dia membeberkan alasan di balik kebiasaan tidak mengenakan sandal yang dilakukan Kocong dan ibunya tersebut.
Dikatakannya, ibu anak itu ikut komunitas yang menyatu dengan alam.
"Di indonesia juga ada, kalau ke mana-mana mereka tidak pakai alas kaki, saya kurang tahu (nama komunitas). Tapi mereka sebetulnya bawa (alas kaki)," tuturnya, Kamis (8/8).
Selama overstay dan kehabisan uang di Bali, Kocong dan ibunya ditampung oleh beberapa orang lokal.
"Ada warga menampung WN Ukraina, ada komunitasnya, ada warga lokal yang menyiapkan akomodasinya," imbuhnya.
Kini Kocong dan ibunya pun dideportasi atas pelanggaran keimigrasian tersebut. Yakni over stay atau melebihi izin tinggal.
SB mengaku tidak kecewa dipulangkan ke negara asalnya. Karena baginya ini adalah proses yang normal.
Di sisi lain, Si Kocong sempat menangis dan mengamuk saat harus meninggalkan Bali.
Namun, mereka akhirnya harus pulang ke Ukraina, yang saat ini masih berkonflik dengan Rusia. ***