Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dayu Bulan, Istri Mantan Rektor Unud, Ungkap Kebiasaan Hidup Prof Antara: Disebut Tak Pernah Mengeluh Sakit

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 9 Agustus 2024 | 03:51 WIB
Situasi rumah duka di Banjar Tengah Kaler, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, pasca meninggalnya mantan Rektor Unud, Prof I Nyoman Gde Antara, Kamis (8/8).
Situasi rumah duka di Banjar Tengah Kaler, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, pasca meninggalnya mantan Rektor Unud, Prof I Nyoman Gde Antara, Kamis (8/8).

BALIEXPRESS.ID - Kepergian akademisi Bali yang juga mantan Rektor Unud (Universitas Udayana), Prof I Nyoman Gde Antara menyisakan duka bagi keluarganya.

Padahal almarhum sebelumnya tidak pernah mengeluhkan sakit. Namun keadaan berkata lain dan keluarga telah mengikhlaskan kepergian Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Udayana (Unud) tersebut.

Istri almarhum, Dayu Bulan Antara pun nampak tegar saat menerima para pelayat yang datang ke rumah duka di Banjar Tengah Kaler, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. 

Dayu Bulan menceritakan, sejatinya mendiang suaminya tidak pernah mengeluhkan sakit. Sebab dirinya mengetahui bahwa Prof Antara adalah sosok yang rajin olahraga dan menerapkan pola hidup sehat. 

“Dia sangat rajin olahraga. Kebetulan saya sama dia satu partner suka olahraga. Dia paling suka gowes (bersepeda) dan jogging. Semua normal-normal saja, sangat menjaga pola hidup sehat, makanannya juga sehat. Sehingga ini seperti tidak masuk akal, tiba-tiba saja drop seperti ini,” ungkap Dayu Bulan, Kamis (8/8). 

Namun sebelum meninggal, almarhum mengeluhkan sakit kerongkongan pada 3 Agustus 2024, sehari setelahnya mengalami diare.

Pada 5 Agustus 2024 Prof Antara menjalani perawatan di RSD Mangusada karena mengalami anemia dan segera ditransfusi daerah. 

“Diopname beberapa hari di Mangusada, namun tadi pagi kondisinya drop, diarenya berdarah menghitam. Beliau sempat bilang tidak kuat lagi menjalani pengobatan. Bapak berangkat (meninggal) sekitar jam 7 pagi,” tuturnya. 

Di mata sang istri, mendiang Prof Antara adalah sosok yang semangat dan pekerja keras.

Meski sempat ditimpa kasus saat menjabat Rektor Unud, namun Prof Antara kuat dan berhasil melaluinya.

Pasca divonis bebas, Prof Antara pun masih semangat mengajar di kampus sebelum mengalami sakit terakhir.

“Masih sangat aktif mengajar, katanya sangat rindu mengajar setelah berbulan-bulan ditinggal di Lapas. Terakhir dia memeriksa nilai ujian mahasiswa,” jelasnya. 

Dayu Bulan merasa sangat kehilangan dengan kepergian Prof Antara. Namun demikian dirinya berusaha mengiklaskan kepergian sang suami.

“Mohon dimaafkan bila beliau ada salah, dan mari kenang warisannya di Unud. Gedung-gedung yang dia bangun, banyak sekali rencananya tapi tidak kesampaian,” ucapnya. 

Terkait prosesi pemakaman, ia menyebutkan rencananya jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka Kertha Semadi, Jalan Cargo Permai nomor 99, Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, 9 Agustus 2024, Kemudian kremasi akan digelar pada 12 Agustus 2024 di Bedha, Tabanan. 

“Karena masih ada perbaikan pura di sini (Gulingan), jadi tidak diizinkan membawa jenazah ke rumah duka. Sehingga diputuskan oleh keluarga upacaranya seperti itu,” terangnya. ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #diare #Prof Antara #mengwi #gulingan #unud #badung