Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sebelum Tewas di Sesetan, Mantan Bupati Jembrana Ida Bagus Ardana dan Istri Kerap Olahraga atau Mebanten

I Gede Paramasutha • Jumat, 9 Agustus 2024 | 19:21 WIB
Jenazah Ida Bagus Ardana dan istrinya dievakuasi menggunakan ambulans.
Jenazah Ida Bagus Ardana dan istrinya dievakuasi menggunakan ambulans.

BALIEXPRESS.ID - Tewasnya Mantan Bupati Jembrana 1980-1990 Ida Bagus Ardana, 84, dan istrinya yang belakangan diketahui bernama AAA Ayu Sri Wulan Trisna, 64, di dalam rumah, Jalan Gurita 4 Nomor 6, Lingkungan Karya Dharma, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan, masih menjadi misteri.

Menurut penuturan warga sekitar, keluarga ini tidak terlalu berbaur, sehingga tak ada yang menyadari kematian mereka.

Kelian Tempekan Lingkungan Karya Dharma Wayan Kartawan, 56, mengatakan, Ida Bagus Ardana sudah lama tinggal di kawasan tersebut. Mengingat rumah yang didiami sudah ada sejak era 90-an.

Meskipun rumah Kartawan dekat dengan TKP, namun dia sehari-harinya jarang berjumpa dengan korban maupun istrinya.

Sehingga, ia tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, sampai pasutri lansia tersebut bisa meninggal bersamaan di dalam rumah.

"Saya tinggal di gang sebelah, tidak jumpa sehari-hari, saya pernah ketemu dengan mereka pada Oktober 2023, selain itu ketika bawa surat pada Maret 2024," tuturnya, Jumat (9/8).

Kegiatan pasangan suami istri tersebut yang pernah dia lihat, yaitu Ida Bagus Ardana sering berolahraga.

Sedangkan, istrinya keluar jalan-jalan, maupun mebanten.

Adapun peristiwa meninggalnya mantan Bupati Jembrana dan istrinya tersebut dia ketahui pada Kamis (8/8) sekitar pukul 18.35 WITA.

Bram ditelepon oleh tetangga korban. Bahwa rumah Ida Bagus Ardana sudaj tiga hari dikunci, tidak ada aktivitas dan juga kotor. Anak dan menantu korban juga datang ke TKP, lantaran Ida Bagus Ardana dan Ayu Sri tak merespon meski sudah ditelepon berkali-kali.

Selanjutnya, anak, menantu masuk ke dalam rumah dengan cara melompati pagar. Namun baru sampai di depan garase, mereka mencium bau busuk. Sehingga meminta menghubungi polisi, pecalang, hingga dokter.

Kemudian ketika petugas sudah tiba, anak dan menantu korban meminta membongkar gembok pintu rumah menggunakan gerinda. Mereka lantas mengecek ke dalam. Ditemukanlah Ida Bagus Ardana dalam posisi tergeletak tak bernyawa di bagian dapur. Kondisi jenazahnya sudah membusuk disertai keluar banyak cairan.

Sementara itu, istrinya ditemukan dalam kamar yang terkunci. "Saya ikut masuk, tapi tidak berani melihat keseluruhan. Saya lihat bapaknya di dapur di lantai, saya tidak tau ada luka atau tidak. Kalau istrinya, anak-anak korban kan tanya mana ibu, setelah dicari ada kamar yang terkunci, dibuka jendelanya ternyata ada ibu di kasur dan tercium bau tidak sedap," tambahnya.

Setelah itu kepolisian melaksanakan pemeriksaan. Petugas terpantau cukup lama berada di dalam rumah tersebut. Turut hadir Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Laorens Rajamangapul Heselo, hingga Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Herson Djuanda.

Usai pemeriksaan, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. Namun, baik Laorens maupun Herson yang coba dimintai keterangan mengenai peristiwa itu di TKP enggan memberikan komentar. ***

Penampakan batu mirip prasasti yang ditemukan pertama kali di Desa Warugunung, Pancur, Rembang.
Penampakan batu mirip prasasti yang ditemukan pertama kali di Desa Warugunung, Pancur, Rembang.
Batu mirip prasasti di Desa Warugunung, Pancur.
Batu mirip prasasti di Desa Warugunung, Pancur.
Editor : Y. Raharyo
#bali #bupati jembrana #sesetan #Ida Bagus Ardana #denpasar