Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Yang Aneh dari Kematian Mantan Bupati Jembrana dan Istri di Denpasar: IB Ardana di Dapur, Ayu Sri di Kamar Terkunci

I Gede Paramasutha • Jumat, 9 Agustus 2024 | 20:30 WIB
Jenazah Ida Bagus Ardana dan istrinya dievakuasi menggunakan ambulans.
Jenazah Ida Bagus Ardana dan istrinya dievakuasi menggunakan ambulans.

BALIEXPRESS.ID - Kematian Mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana, 84 tahun, dan istrinya, AAA Ayu Sri Wulan Trisna, 64 tahun, masih menjadi misteri. Keduanya tewas di rumah mereka di Jalan Gurita 4 Nomor 6, Lingkungan Karya Dharma, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan.

Ada beberapa kejanggalan dari kematian keduanya. Seakan tidak wajar dan masih menyisakan banyak tanda tanya.

Keduanya ditemukan meninggal dunia di dalam rumah pada Kamis (8/8), di lokasi berbeda di dalam rumah.

Ida Bagus Ardana, yang menjabat sebagai Bupati Jembrana pada periode 1980-1990, dikenal sebagai sosok yang jarang berbaur dengan warga sekitar.

Menurut Wayan Kartawan, Kelian Tempekan Lingkungan Karya Dharma, Ida Bagus Ardana dan istrinya telah lama menetap di lingkungan tersebut sejak tahun 90-an, namun jarang terlihat berinteraksi dengan tetangga.

Kartawan sendiri terakhir kali berjumpa dengan mereka pada Oktober 2023 dan Maret 2024.

Aktivitas sehari-hari Ida Bagus Ardana dan istrinya cukup sederhana. Ida Bagus Ardana sering terlihat berolahraga, sedangkan istrinya kerap keluar rumah untuk jalan-jalan atau melakukan upacara mebanten.

Namun, beberapa bulan terakhir, Ida Bagus Ardana sudah jarang terlihat melakukan rutinitas jogging yang biasa dilakukannya setiap pagi.

Seorang warga lainnya, Putu Umbara, mengungkapkan bahwa pasangan suami istri ini tinggal berdua di rumah tersebut. Ia juga menambahkan bahwa biasanya anak-anak mereka sering datang berkunjung, tetapi belakangan ini tidak ada kunjungan dari anak-anak mereka.

"Kalau istrinya itu istri kedua. Biasanya ditengokin. Tapi dalam sebulan ini tumben dari yang saya lihat tidak ada yang nengokin," ujarnya.

Situasi rumah pasangan ini memang tampak sepi, tanpa CCTV atau anjing penjaga. Lampu pagar dinyalakan setiap malam, tetapi pasangan ini tidak bergabung dalam grup WhatsApp banjar yang aktif di lingkungan tersebut.

"Mereka tidak bergaul dengan warga. Padahal kami ada grup WA banjar. Mereka tidak ikut grup, dan anak-anak mereka juga tidak ada di grup," jelas Umbara.

Kepala Lingkungan Karya Dharma, Putu Gede Igar Bramandita, mengenang Ida Bagus Ardana sebagai sosok yang komunikatif terkait masalah lingkungan sekitar.

"Pernah waktu itu ada masalah parkir di depan rumahnya, beliau tidak bisa keluar. Itu dua tahun lalu. Kalau ada apa-apa, biasanya beliau menelepon," ungkapnya.

Kematian pasangan ini baru diketahui setelah tiga hari rumah mereka terkunci dan tidak ada aktivitas. Pada Kamis (8/8) sekitar pukul 18.35 WITA, anak dan menantu Ida Bagus Ardana yang datang ke rumah mencoba menghubungi pasangan tersebut namun tidak ada respons. Setelah melompati pagar untuk masuk, mereka mencium bau busuk dari dalam rumah.

Anak dan menantu tersebut kemudian menghubungi polisi, pecalang, dan dokter. Ketika petugas tiba, mereka membongkar gembok pintu rumah dan menemukan keduanya tewas.

Tapi, yang mengherankan, jasad keduanya ditemukan dalam posisi terpisah jauh.

Ida Bagus Ardana ditemukan tergeletak tak bernyawa di dapur. Kondisi jenazahnya sudah membusuk dan mengeluarkan banyak cairan.

Sementara itu, jasad istrinya ditemukan di kamar yang terkunci, terbaring di atas kasur dengan bau tidak sedap tercium dari ruangan tersebut.

Lazimnya, ketika ada salah satu yang meninggal dunia, satu orang lainnya memberi tahu orang lain.

Namun, yang ini tidak. Keduanya meninggal dunia. Sehingga menimbulkan banyak spekulasi dari kematian keduanya. 

Polisi segera melakukan pemeriksaan di tempat kejadian. Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Laorens Rajamangapul Heselo, serta Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Herson Djuanda, hadir di lokasi untuk memimpin penyelidikan.

Setelah pemeriksaan, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. Namun, baik Kompol Laorens maupun Kompol Herson menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai kasus ini. Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian pasangan tersebut. ***

Editor : Y. Raharyo
#bali #bupati jembrana #Ida Bagus Ardana #denpasar #meninggal dunia