BALIEXPRESS.ID - Desa Sibetan menjadi salah satu desa di Kabupaten Karangasem yang terletak di Kecamatan Bebandem.
Saat ini wilayah tersebut sangat dikenal sebagai salah satu tempat penghasil salak di Bali.
Tidak sedikit wisatawan datang ke wilayah tersebut untuk mengetahui salak yang ada di sana.
Selain salak, Desa Sibetan juga memiliki sejumlah obyek wisata. Salah satunya Pemukuran Hill atau Bukit Pemukuran.
Namun, sebelum dikenal seperti saat ini, Desa Sibetan ternyata memiliki sejarah yang mungkin tidak dilupakan.
Dikutip dari web resmi desa, Desa Sibetan berawal dari kisah berdirinya Kerajaan Sibetan lebih kurang pada tahun 1608 yang didirikan oleh I Gusti Mantu, putra dari I Gusti Abian Nengan.
Ternyata awal mulanya bukan Sibetan nama dari desa tersebut. Nama aslinya adalah Desa Kuncara Giri.
Diceritakan bahwa I Gusti Mantu memberikan nama julukan Desa Sebetan. Nama ini diberikan sebagai kenangan atas keselamatan ibunya yang berhasil melarikan diri dari persembunyian saat membawa kandungan ayahnya dari kepungan maut bala tentara Dalem Gelgel yang sedang berkembang.
Nama "Sebetan" memiliki arti yang sangat bijaksana. Nama ini dipilih untuk mengabadikan kenangan terhadap wilayah yang telah menyelamatkan, membesarkan, dan memberikan kekuasaan.
Kenangan itu adalah "Sebetan," nama desa yang diberikan untuk wilayah Kuncara Giri, yang sekarang lazim ditulis sebagai "Sibetan."
Kemudian Desa Sibetan kian berkembang pada tahun 2003 setelah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem sebagai kawasan Agrowisata, yang khusus pada kawasan Agrowisata Salak.
Hingga kini wilayah tersebut masih sangat identik dengan salak, di mana banyak terdapat petani salak di sana. ***
Editor : Y. Raharyo