Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kini Jadi Destinasi Wisata Andalan Bali, Ada Tiga Versi Sejarah Berdirinya Desa Pemuteran Buleleng Lho

Y. Raharyo • Minggu, 11 Agustus 2024 | 18:10 WIB
Pantai Pemuteran, salah satu andalan Desa Pemuteran, Buleleng, Bali yang memiliki kisah sejarah unik
Pantai Pemuteran, salah satu andalan Desa Pemuteran, Buleleng, Bali yang memiliki kisah sejarah unik

BALIEXPRESS.ID - Desa Pemuteran kini sangat terkenal di Buleleng, Bali. Dari dulunya hanya desa nelayan yang sederhana, kini menjadi desa wisata. Namun, sejarah berdirinya desa ini masih menjadi misteri. Setidaknya ada tiga versi munculnya nama Pemuteran.

Desa ini dulunya merupakan desa nelayan, karena kebanyakan pendudukanya sebagai nelayan dan sebagian petani. Namun, kondisi laut sekitarnya rusak berat akibat penggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, salah satunya menggunakan bom ikan.

Setelah melalui proses panjang, Pemuteran pun bertransformasi menjadi sebuah "hidden gem" dengan keanekaragaman hayati bertaraf internasional yang mampu menarik wisatawan dari seluruh dunia.

Desa Wisata Pemuteran kini dikenal memiliki sekitar 80 persen keanekaragaman hayati laut yang memukau. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas, salah satunya snorkeling dan diving. Spot underwater di sini, seperti Underwater Temple Garden, telah menjadi favorit para wisatawan karena keindahannya yang luar biasa.

Selain itu, desa ini juga menawarkan berbagai aktivitas seru lainnya, mulai dari berkunjung ke penangkaran penyu, menikmati suasana tenang Pantai Pemuteran, mendaki Bukit Kursi untuk menikmati pemandangan desa dari ketinggian, hingga mencicipi kuliner khas Bali yang lezat.

Namun, di balik pesonanya sebagai destinasi wisata, Desa Pemuteran menyimpan sejarah yang kaya dan beragam.

Ada tiga versi utama mengenai asal-usul desa ini, yang masing-masing menyajikan perspektif yang unik tentang bagaimana Pemuteran berdiri dan berkembang.

Versi Pertama: Pemuteran dan Sejarah Banjar Dinas

Dilansir dari website desa, menurut cerita para tetua desa, Pemuteran awalnya adalah sebuah Banjar Dinas yang disebut Banjar Dinas Pemuteran, bagian dari Desa Sumberkima di Kedistrikan Pengastulan.

Pada tanggal 16 Agustus 1967, Banjar Dinas ini resmi berdiri sebagai desa mandiri.

Nama "Pemuteran" sendiri dipilih karena kondisi geografis unik desa ini, khususnya keberadaan Gunung atau Bukit Pulaki yang menonjol ke laut. Gunung ini menjadi penghalang bagi lalu lintas kendaraan besar dari barat ke timur atau sebaliknya, memaksa mereka untuk memutar di sekitar gunung.

Fenomena "memutar" ini akhirnya menjadi inspirasi untuk nama desa tersebut. Dengan demikian, nama Pemuteran mencerminkan hubungan erat antara kondisi geografis dan identitas desa.

Versi Kedua: Pemuteran dan Kekuatan Spiritual Pura Mutering Jagat

Versi kedua dari sejarah Desa Pemuteran berkaitan dengan dimensi spiritual.

Desa ini juga dikenal karena keberadaan Pura Pemuteran, yang merupakan bagian dari Pura Agung Pulaki, salah satu pura Sad Kayangan yang dihormati di Bali.

Pura ini diyakini sebagai tempat suci untuk memohon keselamatan bagi umat Hindu, khususnya masyarakat Bali.

Nama "Pemuteran" diambil dari Pura Mutering Jagat, yang berarti "pura yang menjaga keseimbangan dunia."

Versi Ketiga: Perjalanan Galuh Pejarakan

Versi ketiga mengenai asal-usul Desa Pemuteran ada dalam Babad Cendek, sebuah catatan sejarah penting yang mengisahkan perjalanan spiritual Galuh Pejarakan, seorang tokoh yang diyakini berasal dari Jawa.

Menurut babad ini, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Pemuteran dulunya adalah hutan lebat yang penuh dengan tempat-tempat sakral.

Galuh Pejarakan melakukan perjalanan panjang melintasi berbagai tempat suci di desa ini, mulai dari Gunung Udeng di barat hingga ke Pura Maspahit, Pura Batu, Pura Yeh Panas, dan Pura Pulaki.

Setiap langkahnya menciptakan jejak spiritual yang mendalam, dan perjalanan ini berakhir di puncak Gunung Beratan, di mana ia memohon kehidupan dan menerima tanda berkat dari Tuhan.

Baca Juga: BIKIN MELONGO! Bade Mas Setinggi 30 Meter Bakal Iringi Pitra Yadnya Tangkas Kori Agung dan Arya Kuta Waringin

Karena perjalanannya yang melingkar ini, wilayah tersebut akhirnya dinamakan Pemuteran.

Nama ini tidak hanya mengacu pada perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mewakili hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan Hyang Kuasa. ***

Editor : Y. Raharyo
#bali #Desa Pemuteran #sejarah #Pemuteran #buleleng