Dilansir dari Website Desa Wanagiri, desa ini terbentuk pada tahun 1973 melalui penggabungan tiga dusun, yaitu Alas Ambengan, Yeh Ketipat, dan Asah Panji. Sebelumnya, ketiga dusun ini berada di bawah wilayah desa yang berbeda.
Nama "Wanagiri" berasal dari bahasa Bali. "Wana" berarti hutan atau alas, sedangkan "giri" berarti gunung atau bukit. Nama ini sangat sesuai dengan kondisi geografis desa yang berada di daerah pegunungan dan hutan.
Sejarah Desa Wanagiri erat kaitannya dengan letusan Gunung Agung pada tahun 1963. Banyak penduduk asli Karangasem yang mengungsi ke daerah utara Bali, termasuk ke wilayah yang kini menjadi Desa Wanagiri. Mereka kemudian membangun permukiman baru di atas perbukitan.
Desa Wanagiri memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata, terutama wisata alam. Keindahan alamnya yang masih asri, udara yang sejuk, dan keberadaan beberapa danau menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain itu, desa ini juga memiliki potensi di bidang pertanian, khususnya perkebunan kopi.
I Gede Mas Arta merupakan Perbekel pertama Desa Wanagiri setelah desa ini dibentuk pada tahun 1973. Sebagai pemimpin pertama, beliau memiliki peran yang sangat penting dalam membangun dan mengembangkan desa.
Pada awalnya, pertanian menjadi sektor utama perekonomian Desa Wanagiri. Masyarakat banyak bertani kopi, sayur-mayur, dan buah-buahan.
Seiring berjalannya waktu, infrastruktur di Desa Wanagiri terus mengalami perbaikan. Pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya semakin memudahkan aksesibilitas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan potensi wisata alam, Desa Wanagiri mulai mengembangkan sektor pariwisata. Keindahan alamnya yang masih asri menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Desa Wanagiri memiliki sejarah yang kuat dalam bidang pertanian, khususnya perkebunan. Kondisi geografisnya yang berbukit dan tanahnya yang subur sangat mendukung kegiatan pertanian. Berikut beberapa informasi mengenai perkebunan di Desa Wanagiri:
Kopi menjadi komoditas utama perkebunan di Wanagiri. Kualitas kopi Wanagiri cukup terkenal dan memiliki cita rasa yang khas.
Berbagai jenis sayuran dan buah-buahan juga dibudidayakan, seperti wortel, kentang, cabai, dan buah-buahan lokal.
Dalam beberapa tahun terakhir, Desa Wanagiri semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik. Keindahan alamnya yang masih asri, udara yang sejuk, dan berbagai objek wisata menarik menjadi daya tarik utama bagi wisatawan
Danau Buyan dan Tamblingan menjadi danau yang sangat populer dengan pemandangan yang menakjubkan. Hutan pinus dengan udara sejuk dan pemandangan yang indah. (dik)
Editor : I Putu Mardika