BALIEXPRESS.ID-Senator RI terpilih Arya Wedakarna menyayangkan komentar I Gusti Agung Rai Wirawijaya terkait Desain Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebagai sesama orang Bali, seharusnya politisi dari PDI Perjuangan itu mendukung karya Nyoman Nuarta yang juga merupakan orang Bali.
Baca Juga: Desain Istana Garuda IKN Menuai Kritik, Politisi PDI P; Mirip Seperti di Film Drakula
AWK pun menegaskan sebagai orang Bali, pihaknya mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara dan juga sang maestro Nyoman Nuarta.
“Harusnya sesama orang Bali yang harus dukung ya, waduh.. AWK dukung IKN dan maestro,” tulis AWK dalam keterangan unggahan yang menampilkan video komentra Gusti Agung Rai dikutip pada Selasa (13/08/2024).
Unggahan itu pun mendapat beragam komentar dari warganet di media sosial.
Baca Juga: Begini Peta Kekuatan Dana-Swadi di DPRD Karangasem jika Gerindra Koalisi dengan PDIP
Warganet menilai sikap politisi berubah semenjak ditinggal oleh Presiden Jokowi.
“Pokoke sejak tanpa Jokowi, PDIP auto nyinyir bukan otokritik. Entah kenapa jadi oposisi juga enggak,” tulis akun @jonigde.
“Aruh be pragat mare coment, waktu diadakan sayembara design sing milu, ruh,” tulis akun @indrade_ig.
Sebelumnya, I Gusti Agung Rai Wirawijaya anggota fraksi PDIP DPR RI pun turut berkomentar tekait kritik yang desain Istana Garuda IKN yang digarap Nyoman Nuarta.
Baca Juga: Jelang rekomendasi Turun, DPC PDIP Tabanan Siap Menangkan Paket Rekomendasi DPP PDIP
I Gusti Agung Rai Wirawijaya menyebut bahwa apa yang disampaikan oleh warganet di media sosial merupakan sebuah kritik dan otokritik kepada pemerintah.
“Konsep-konsep itu, apa yang sudah dibuat dari awal di tengah jalan, janganlah terlalu banyak terhadap perubahan-perubahan yang membuat geregetan para netizen,” ungkap politisi PDI Perjuangan dikutip melalui akun @kabarbalisatu, Selasa (13/08/2024).
Pihaknya menyebut bahwa perubahan desain Istana Garuda karena dipoles-poles sesuai dengan kebutuhan tidak menjadi masalah.
Namun kalau sudah menjadi sebuah trademark dan membuat landscape bangsa harus tetap dijaga.
“Ini penghargaan kepada seniman, seniman kita kalau sudah jadi dan kalau hasilnya sudah diputuskan itu merupakan suatu kebanggaan bagi diri mereka,” jelasnya.
Baca Juga: Sejarah Pura Agung Besakih, Berawal ketika Rsi Markandeya Mendengar Suara Gaib
Lebih lanjut, I Gusti Agung Rai Wirawijaya menyebut jika perubahan dalam karya sedikit melenceng maka akan menjadi kekecewaan sebagai seorang seniman.
Pihaknya pun melihat desain Istana Garuda IKN yang dibuat oleh seniman Nyoman Nuarta terlihat aneh.
“Kalau saya melihat dari medsos, aneh gitu kelihatannya itu seperti kayak film-film drakula kalau saya lihat, ini jadi lucu-lucuan kalau kita meihat hal-hal seperti itu,” ungkapnya.
Editor : Wiwin Meliana