Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Desa Manggis di Karangasem Bali: Kisah Dewa Lempijeh dan I Gusti Nyoman Tanah Begra

I Wayan Adi Prabawa • Rabu, 14 Agustus 2024 | 01:05 WIB
MANGGIS: Patung manggis yang berada di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Karangasem sebagai saksi bisu terbentuknya desa dengan nama buah manggis.
MANGGIS: Patung manggis yang berada di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Karangasem sebagai saksi bisu terbentuknya desa dengan nama buah manggis.

BALIEXPRESS.ID - Desa Manggis yang terletak di Kecamatan Manggis menjadi bagian dari Kabupaten Karangasem yang berada di ujung timur Pulau Bali.

Desa Manggis yang memiliki empat desa adat, ternyata memiliki sejarah panjang di Kabupaten Karangasem.

Dikutip dari web bkkbn, sejarah terbentuknya desa yang mengambil nama buah itu berkaitan dengan Raja Klungkung yang bernama Dalem Demade yang bertakhta tahun Icaka 1543-1573.

Putra dari raja tersebut, I Dewa Kulit yang mempunyai putra bernama Dewa Lempijeh diberikan mengatur penduduk yang tempatnya ditumbuhi pohon manggis.

Dengan banyaknya pohon manggis, wilayah tersebut kemudian disebut dengan Desa Manggis.

Dalam menjalankan pemerintahan, Dewa Lempijeh berkerjasama dengan I Gusti Nyoman Tanah Begra Jenggot Gudi Begileh yang merupakan seorang Wesia yang tinggal di sana.

Kemudian terdapatlah Pura Kahyangan Tiga yaitu Puseh, Bale Agung, Dalem.

Pelaksanaan upacara di Pura Kahyangan Tiga itu dipuput oleh Ida Pedanda Gede Nyoman Buruan dari Geria Sibetan.

Sejak saat itu hingga kini Desa Manggis semakin dikenal oleh masyarakat luas. Terutama masyarakat Kabupaten Karangasem.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #Gusti Nyoman Tanah Begra #Desa Manggis #sejarah #karangasem #Dewa Lempijeh