Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Desa Sekartaji Nusa Penida: Berkaitan dengan Perjalanan Seorang Brahmana Bawa Taji dan Lencana Mahapatih Menunggang Kuda Putih

I Made Mertawan • Kamis, 15 Agustus 2024 | 00:52 WIB
Pemukiman penduduk Desa Sekartaji, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali dilihat dari atas.
Pemukiman penduduk Desa Sekartaji, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali dilihat dari atas.

BALIEXPRESS.ID- Desa Sekartaji adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

Desa Sekartaji berada sekitar 22 kilometer (km) dari pusat kota Kecamatan Nusa Penida.

Saat ini, Desa Sekartaji terdiri dari enam dusun dan tiga desa adat, yang terletak di daerah perbukitan dan dikelilingi bukit.

Dikutip dari akun YouTube Kantor Camat Nusa Penida, Desa Sekartaji memiliki sejarah yang unik, meskipun belum ada bukti autentik mengenai asal-usul berdirinya desa ini.

Berdasarkan cerita turun-temurun yang diyakini oleh warga setempat, Desa Sekartaji terbentuk dari peristiwa sejarah yang melibatkan seorang brahmana dari Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida.

Konon, pada zaman dahulu, seorang brahmana di Desa Ped memiliki delapan orang putra.

Situasi yang tidak memungkinkan pada saat itu membuat sang brahmana memutuskan untuk mengutus semua putranya menyebar ke seluruh penjuru Nusa Penida.

Salah satu putranya, yang merupakan putra ketiga adalah I Gusti Nyoman Murdana, yang akhirnya menetap di wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Sekartaji.

Selama perjalanannya, I Gusti Nyoman Murdana membawa tanda lencana berupa seorang mahapatih yang menunggang kuda putih serta senjata tajam berupa taji.

Kedua barang tersebut harus dijaga selama perjalanan. Namun, karena perjalanan yang panjang, ia menyelipkan taji tersebut di telinganya, mirip dengan kebiasaan orang Bali menyelipkan bunga (sekar) di telinga.

Taji itu tetap terselip di telinga I Gusti Nyoman Murdana hingga ia tiba di suatu tempat, di mana ia memutuskan untuk menetap.

Seiring berjalannya waktu, tempat tersebut dikenal sebagai Sekartaji, yang berasal dari kebiasaan menyelipkan taji seperti bunga di telinga. (*)

Editor : I Made Mertawan
#bali #Desa Sekartaji #sejarah #klungkung #nusa penida