BALIEXPRESS.ID-Akun wanita yang terlibat cekcok dengan warga lokal saat ada Upacara Ngaben di di Desa Antiga, Manggis, Karangasem Bali kini diserbu warganet.
Hal ini usai dirinya memberikan klarifikasi kronologi kejadian versi dirinya di media sosial.
Melalui akun @Cattaleya InBali, perempuan itu mengunggah sebuah video dirinya di dalam sebuah mobil.
Dalam unggahannya, wanita tersebut meminta agar warganet tak buru-buru menghakimi orang tanpa mengetahui seluruh kronologi kejadian dari awal.
Pihaknya menyebut diri sebagai orang Bali yang juga kerap mengadakan acara adat dengan melibatkan pecalang.
“Sebagai orang Bali, saya juga sering mengadakan acara adat yang melibatkan pecalang (petugas keamanan adat) yang standby, serta tanda-tanda larangan masuk yang sudah jelas terpasang,” jelas akun tersebut dikutip pada Jumat (16/08/2024).
Lebih lanjut, akun tersebut menyebut seharusnya sejak awal warga lokal tidak mengarahkan atau menyuruh orang untuk masuk dan berputar di dalam area acara.
Baca Juga: 45 Anggota DPRD Karangasem Dilantik, Suastika-Kusmiadewi Pimpinan Sementara
Akibatnya ketika tiba-tiba ada mobil yang keluar, terjadilah ‘tabrakan’.
Lebih lanjut, wanita tersebut mengaku awal mula terjadi cekcok karena seseorang memukul mobilnya.
“Dan sebenarnya hal tersebut bisa diselesaikan dengan cara yang baik, tanpa harus menggunakan emosi atau kekerasan,” jelas perempuan itu.
Meski telah memberikan klarifikasi, namun rupanya hal itu semakin membuat dirinya dihujat oleh warganet Bali.
Pasalnya, warganet menilai bahwa apa yang ditulis dalam klarifikasinya berbeda dengan sikapnya dalam video yang viral.
Dalam unggahan wanita itu menyebut bahwa setiap masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin, namun nyatanya dalam video, wanita tersebut sempat berteriak dan memaki warga lokal dengan sebutan ‘bencong’.
Baca Juga: Masyarakat Dorong Keberlanjutan Asrama Mahasiswa Nusantara sebagai Program Strategis Pemerintah
“Anda berbicara bisa diselesaikan dengan cara baik-baik tetapi mulut anda dan etitud anda sama sekali tidak menunjukkan perlakuan baik sebagai perempuan mungkin kau merasa tuan putri atau anak raja,” tulis akun @Made Tresna Bali Holiday.
“Semoga klarifikasi ini mempercepat ibu untuk segera pulang, orang Bali tahu gimana menjaga kenyamanan,” tulis akun @Restu Adi.
“Nah to be aget mobile pukule ten ibuk ane pukule,” tulis akun @Shusan Chaby.
Sebelumnya, cekcok antara seorang pengemudi mobil dan warga lokal viral.
Dalam video yang dibagikan oleh akun @Sebut_Tra3x via akun @punapibali, terlihat seorang perempuan mengemudi mobil dengan plat B tak sabar menunggu hingga menerobos kemacetan lalu lintas.
Padahal dalam video, kondisi jalan saat itu benar-benar krodit.
Di bahu kiri dan kanan jalan terlihat terparkir kendaraan-kendaraan warga yang sedang melakukan upacara yadnya.
Baca Juga: Masyarakat Dorong Keberlanjutan Asrama Mahasiswa Nusantara sebagai Program Strategis Pemerintah
Sementara untuk mengurai kemacetan, masyarakat lokal di sana membantu untuk mengatur lalu lintas.
Hanya saja, saat kendaraan dari arah berlawan mendapat giliran jalan, seorang ibu-ibu mengendarai mobil hitam memaksa jalan dari arah yang berlawanan.
Hal ini sontak menghalangi laju kendaraan dari arah berlawanan, karena jalan hanya bisa dilewati oleh satu jalur saja.
Warga lokal yang melihat hal tersebut pun meminta ibu itu mundur dan menepikan mobilnya.
Hanya saja ibu tersebut tak terima hingga terjadi percekcokan dengan sejumlah warga lokal.
Editor : Wiwin Meliana