Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terungkap Asal-usul Wanita Pengemudi Mobil yang Cekcok Vs Warga di Antiga Karangasem: 'Cang Nak Bali, Anjir'

Y. Raharyo • Jumat, 16 Agustus 2024 | 20:52 WIB
Wanita pengemudi mobil yang cekcok dengan warga di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali.
Wanita pengemudi mobil yang cekcok dengan warga di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang wanita pengemudi mobil berplat B cekcok dengan warga di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Karena plat mobil yang digunakan, muncul sentimen SARA di antara warganet.

Beberapa warganet menyebut dia asal Jawa, ada yang menyebut dari Surabaya mengingat di akun facebooknya menyebut dari Surabaya, dan tinggal di Denpasar.

Namun karena plat mobilnya B, maka ada juga yang menduga dari Jakarta apalagi dia kerap menggunakan kata sapaan "elu-gue".

Setelah video itu viral, wanita ini pun memberikan klarifikasi soal kronologi kejadian cekcok tersebut hingga soal asal-usulnya.

Dalam live video di akun Facebook Cattaleya InBali pada Jumat (16/8/2024), wanita yang belum diketahui nama lengkapnya itu menjelaskan kronologi peristiwa menurut versinya.

Menurutnya, ia awalnya berniat menuju lokasi upacara ngaben di sebuah desa di Kecamatan Manggis. Netizen yang berkomentar menyebut dia akan ke Desa Gegelang, Kecamatan Manggis.

Kemudian, dia melintas di Desa Antiga yang berkarak sekiutar 3 kilometer dari Gegelang.

Saat itu dia diarahkan ke kiri oleh polisi, kemudian mengikuti. Hingga bertemu dengan keramaian. Dia tidak melihat ada tanda larangan melintas, juga tidak ada petugas yang melarangnya.

Saat itu, kondisi jalan begitu sempit. Karena mobil parkir di kanan dan kiri jalan. Sehingga hanya cukup satu mobil.

Namun, ketika dia sudah masuk ke jalan itu, tiba-tiba dari depan ada mobil Avanza yang datang berlawanan. Mobil itu membawa tamu wisatawan asing.

Karena itu, wanita ini diarahkan oleh warga untuk mundur. Namun, aku dia, saat itu mobilnya digebrak dan dia dituduh menyerobot masuk jalan yang sedang ada larangan.

Karena dihardik seorang lelaki berbaju merah itu, dia kesal dan menimpali hingga terjadi cekcok. Satu pemuda lagi membentaknya sehingga cekcok berlarut.

Dalam video, terdengar suara lelaki yang dengan sikap bijak menengahi percekcokan tersebut. Dia meminta menyudahi sehingga wanita itu bisa mundur dan kemacetan bisa terurai.

Video itu menjadi viral di media sosial. Banyak warga yang menyudutkannya. Warga juga memberikan sentimen SARA hanya karena mobil yang dikemudikannya bernomor polisi B atau Jakarta.

Perempuan ini pun memberikan penjelasan soal plat B hingga asal-usulnya.

"Aku mau klarifikasi. Jadi kalian yang menghujat aku bilang aku bukan nak Bali, (bilang) nak Jawa, jeleme Jawa, emangne kenape yen jeleme Jawa?" kata dia.

Dia mengatakan, orang dari mana saja sama. Termasuk orang Jawa atau luar Bali yang datang ke Bali. Ada yang membantu perekenomian Bali, berlibur ke Bali, dan lainnya.

"Yen sing jeleme Jawane sing membantu, membantu perekonomian Bali, berlibur ke Bali, coba pikirkan," katanya.

Dia pun menegaskan bahwa dirinya adalah perempuan asli Bali. Meski dia mengakui tidak pandai berbahasa Bali halus.

"Oke, gak usah berpanjang lebar lagi, aku ini orang Bali asli. Jeleme uli Karangasem (orang dari Karangasem, red)," ujarnya.

Dia juga menyinggung warganet yang menghujat orang karena plat B atau luar Bali. Dna menyebut pengemudi plat B itu tidak memiliki etika.

"Yang kalian hujat plat B, plat B gak ada etikanya, kenapa kalian generalize people (menggeneralisasi orang, red) seperti itu? Yang pakai plat B kan banyak? Emang gak boleh orang pakai Plat B?. Kenapa kalian punya mindset (pola pikir, red) seperti itu? kenapa kalian yang orang suci, yang tahu etika, ya begitu loh," kata dia panjang lebar.

Lebih lanjut, soal tuduhan dia adalah orang Surabaya bahkan Jakarta, dia kembali menegaskan itu salah.

 

"Banyak juga yang bilang kayak, 'eh ci jeleme Surabaya', makanya, elu itu search (cari)  dulu aku itu dari mana. Jangan asbun (asal bunyi)," tandasnya.

Soal dia menggunakan elu-gue, sehingga muncul tuduhan dia bukan orang Bali, dia kembali menegaskan asal-usulnya.

"Cang nak Bali, anjir," ucap dia yang mengaku sedang di Raja Ampat, Papua.

Dalam kolom komentar, ada juga netizen yang menantangnya untuk melantuntan Tri Sandya jika memang asli orang Bali.

"Ini lagi si Widi, 'bisa sing Tri Sandya'. Bisa lah cang Tri Sandya, masa urusan agama cange, cang sing bisa. Kan sing perlu ci ngorain cang Tri Sandya, emang ci Tuhan. (bisalah aku Tri Sandya. Masa urusan agamaku aku gak bisa. Gak perlu kamu nyuruh aku Tri Sandya, emangnya kamu Tuhan)," ujarnya.

Soal tuduhan dia berpura-pura sebagai orang Bali, wanita ini pun menantang netizen untuk membuktikan apakah dia bukan orang Bali. Dia menantang taruhan Rp40 juta dengan melihat KTP-nya. 

"Kamu berani gak taruhan sama aku Rp40 juta. Berani gak? Kamu cek KTP aku, aku orang mana. Makanya jangan lihat orang itu dari logat (bicaranya). Tahunya kalian aku orang Surabaya, orang Jakarta. Kamu gak tahu lahirnya di mana, gedenya di mana, kasihan sekali kalian ya," paparnya.

Wanita yang mengaku sudah memiliki suami ini pun memungkasi videonya.

"Oke segitu aja, setidaknya kepanikan, heart attack (serangan jantung) kalian sudah terjawab. Rage bukan nak Jawa, cang jeleme Bali, ane cekcok jeleme Bali," pungkasnya. ***

Editor : Y. Raharyo
#bali #cekcok #pengemudi wanita #Desa Antiga #karangasem