Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menguak Sejarah 4 Desa di Bali yang Berasal dari Nama Pohon dan Keunikannya

I Made Mertawan • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 20:46 WIB
MANGGIS: Patung manggis yang berada di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Karangasem sebagai saksi bisu terbentuknya desa dengan nama buah manggis.
MANGGIS: Patung manggis yang berada di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Karangasem sebagai saksi bisu terbentuknya desa dengan nama buah manggis.

BALIEXPRESS.ID- Di balik nama-nama desa di Bali, tersembunyi kisah unik dan sejarah panjang.

Banyak nama desa di Bali yang terinspirasi dari alam, seperti jenis batu, nama pohon dan lainnya.

Sebagai contoh, Desa Terunyan di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali terkenal dengan tradisi pemakaman uniknya. Nama Terunyan sendiri berasal dari kata Taru dan Menyan.

Berikut adalah sejarah empat desa di Bali yang namanya diambil dari nama pohon:

  1. Desa Manggis

Terletak di Kabupaten Karangasem, Desa Manggis tak hanya menjadi nama desa tetapi juga nama kecamatan di Kabupaten Karangasem.

Nama "Manggis" diambil dari pohon manggis yang buahnya sudah akrab di masyarakat.

Dikutip dari website BKKBN, asal-usul Desa Manggis berkaitan erat dengan Raja Klungkung, Dalem Demade.

Putra Dalem Demade, Dewa Lempijeh, diberi tugas untuk mengelola wilayah yang kaya akan pohon manggis.

Akhirnya, desa itu dinamakan Desa Manggis, nama yang terus dikenal hingga kini.

  1. Desa Nyuhtebel

Masih di Kecamatan Manggis, Desa Nyuhtebel mendapatkan namanya dari kata "Nyuh" yang berarti pohon kelapa dan "Tebel" yang berarti lebat.

Nama ini merujuk pada hutan kelapa lebat yang dahulu mendominasi wilayah ini. Sejarah Desa Nyuhtebel tak bisa dipisahkan dari pengaruh Kerajaan Gelgel.

Pada abad ke-15, wilayah ini menjadi medan perang antara Kerajaan Gelgel dan pasukan De Dukuh Mengku Tenganan.

Setelah kemenangan Kerajaan Gelgel, wilayah yang dulu dikuasai De Dukuh Tenganan berubah menjadi hutan kelapa yang lebat, dan seiring waktu dihuni oleh penduduk, membentuk Desa Nyuhtebel.

  1. Desa Bunutin

Desa Bunutin di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, memiliki sejarah yang erat dengan Raja Sri Aji Jaya Pangus.

Pada tahun 882 Masehi, Sri Aji Jaya Pangus melakukan perjalanan ke Gunung Wangun Urip dan menemukan sumber mata air yang dikelilingi oleh tanaman bun.

Tanaman bun itu secara tak sengaja tercabut dan mengeluarkan air yang dalam istilah Bali disebut "ngecir".

Melihat keajaiban ini, raja menamai tempat itu "Buncir". Namun, bencana besar pada tahun 991 Masehi menewaskan sebagian besar penduduk Desa Buncir.

Hanya menyisakan tujuh orang yang membentuk kelompok yang dikenal sebagai Seke Pitu.

Pohon bunut yang tumbuh subur di sekitar Pura Melamba akhirnya menginspirasi perubahan nama desa menjadi Bunutin.

  1. Desa Terunyan

Sama halnya dengan Desa Bunutin, Desa Terunyan juga mendapatkan namanya dari pohon, yaitu "Taru Menyan" yang berarti pohon yang menebar bau harum.

Terletak di Kecamatan Kintamani, desa ini terkenal karena tradisi pemakamannya yang berbeda, di mana tidak semua warga yang meninggal dikubur. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Terunyan #bali #sejarah