Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Begini Kesaksian Sejumlah Pedagang saat Kebakaran Pasar Ubud; Api Diduga Muncul dari Toko Sembako

I Wayan Ananda Mustika Putra • Senin, 19 Agustus 2024 | 12:57 WIB

Kondisi Terkini Besment pasar Ubud, Gianyar Setelah Terjadi kebakaran Sabtu (17/8).
Kondisi Terkini Besment pasar Ubud, Gianyar Setelah Terjadi kebakaran Sabtu (17/8).

BALIEXPRESS.ID-- Kebakaran pasar Ubud, Gianyar Bali dari pukul 13.00 Wita Sabtu (17/8), baru bisa dipadamkan setelah 10 jam proses pemadaman dilakukan.

Sejumlah pedagang mengungkapkan kebakaran muncul dari lantai basement (ruang bawah tanah/rubanah) dari dalam toko sembako yang juga menjual gas elpiji.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Ubud; Ratusan Pedagang Cemas dengan Kondisi Dagangan, Damkar Lakukan Pendinginan

“Toko yang di depan, samping tangga terbakar, api sudah besar baru diketahui, sehingga semua panik dan petugas pasar berupaya memadamkan menggunakan alat pemadam kebakaran (apar) dan air hidram,” kata salah seorang pedagang kain, Ni Nyoman Suarti kepada detikBali, Minggu (18/8).

Dirinya yang berjualan di lantai dua (atas basement) panik karena panas dan asap muncul dengan cepat sehingga tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya.

“Karena itu karet dan kain kena panas saja kayaknya rusak ini belum boleh masuk karena ditahan petugas katanya panas dan masih proses penyelidikan kepolisian,” jelasnya.

Pedagang lain, Putri mengatakan saat awal kebakaran mendengar suara ledakan keras dan kemudian api meleput dan merembet.

Baca Juga: BERSEJARAH! Hadiah HUT ke-79 RI, Veda Ega Pratama Kibarkan Merah Putih usai Raih Podium Pertama di RBRC Austria

“Dibawah banyak ada motor mungkin lebih dari 25 motor terbakar dan saat ini belum boleh dilihat,” sebutnya.

Kemudian api menyembur naik ke lantai tiga bagian pojok depan lokasi titik api ikut terbakar juga, sedangkan lantai tiga masih aman, namun barang ikut rusak akibat panas.

“Akses parkir satu masuk dan keluarnya dari blok pasar barat, sehingga sulit menyelamatkan kendaraan yang banyak dimiliki pegawai restoran dan pedagang” jelasnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar, I Dewa Gede Alit Mudiarta, meninjau langsung proses pemadaman mengatakan api yang membakar basement (rubanah) Pasar Ubud, 1.033 pedagang di pasar itu tak bisa berjualan.

Baca Juga: PSSI Menang di CAS, Maarten Paes Tak Sabar Bela Timnas Indonesia: 'Menyala Abangku!'

Api melahap rubanah pasar itu sejak pukul 13.00 Wita. Hingga petang, belasan armada pemadam kebakaran yang dikerahkan belum berhasil menjinakkan api.

Dia menyebut, berdasarkan data yang ada, ada 1.033 pedagang yang berjualan di pasar itu.

 Sebanyak 400 pedagang di antaranya berjualan di basement, lokasi titik api. Mereka ini yang terdampak langsung.

Sejauh ini, kata Dewa Alit, penyebab kebakaran masih diselidiki. Informasi yang diterima, api berasal dari parkiran sepeda motor di Besment .

“Dari tim damkar mengatakan terdapat tabung gas milik pedagang makanan, kendaraan sepeda motor yang ada di dalam tentu ada BBM-nya, sehingga pemadaman memakan waktu, mohon bersabar, kami sedang bekerja,” ujarnya.(nan)

 

Editor : Wiwin Meliana
#Toko Sembako #basement #Pasar ubud #kebakaran #penyebab