BALIEXPRESS.ID– Pasar Tematik Ubud yang berlokasi di jantung daerah wisata Ubud, Gianyar, terbakar Sabtu (17/8) sekitar 13.00 Wita siang. Diperlukan 8 jam api baru bisa di padamkan sekitar pada pukul 22.00 wita malam.
Pasca Kebakaran, Minggu (18/8) sejumlah pedagang mulai memenuhi pasar Tematik Ubud. Mereka berharap ada barang dagangan yang masih bisa diselamatkan.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran yang melalap bangunan baru selesai direvitalisasi dan diresmikan April tahun lalu.
Baca Juga: Konser Chrisye dalam Intur 2024, Ajak Generasi Muda Jadi Seniman
Pantauan dilapangan TIM Indonesia Automatic Finger Indentification System (INAFIS) Polda Bali sedang melakukan penyelidikan.
Sementara itu, sejumlah saksi dari pedagang yang mengalami langsung kejadian menyebutkan, api berawal dari sebuah lapak di basement pasar blok timur.
Di mana basement tersebut merupakan tempat pedagang sembako dan menjadi alternatif parkir bagi karyawan akomodasi pariwisata wilayah Ubud. Antara basement blok timur dan blok barat terhubung trowogan. Sementara pintu masuk dan pintu keluar menjadi satu berada di Blok Barat.
Saat kejadian situasi sangat mencekam. Pedagang yang saat itu melayani pembeli dan wisatawan sedang ramai-ramainya di pasar melihat berbagai pernak-pernik cendramata pun panik akibat kepulan asap yang memenuhi lantai pasar, dan harus ikut menyelamatkan diri. “Semua berhamburan menyelamatkan diri, di dalam basement tidak bisa melihat, gelap, tabah asap yang mengekul membuat sesak. Banyak yang terinjak. Ketika diluar saya harus kedalam lagi karena istri masih di dalam,” ujar pedagang yang tidak mau namanya disebutkan.
Baca Juga: Begini Kesaksian Sejumlah Pedagang saat Kebakaran Pasar Ubud; Api Diduga Muncul dari Toko Sembako
Sementara parkir basement penuh hingga menyulitkan evakuasi barang-barang berharga seperti sepeda motor.
“Banyak motor masih terjebak di dalam basemet, tidak bisa diselamatkan. Hangus hanya tersisa rangka,” sebutnya.
Diungkap pula oleh para pedagang, saat kejadian dilapangan sejumlah fasilitas untuk mencegah kebakaran agar tidak menjadi lebih besar tidak berfungsi maksimal.
“Detector kebakaran yang terpasang tidak berfungsi. Bahkan hydrant tidak keluar air, airnya hanya ngecir,” ungkap pedagang.
Baca Juga: Kebakaran Pasar Ubud; Ratusan Pedagang Cemas dengan Kondisi Dagangan, Damkar Lakukan Pendinginan
Selain itu basement antara blok barat dan timur yang pintu masuk dan keluarnya menjadi satu menyulitkan evakuasi. Bahkan adanya larangan parkir di basement blok timur dilanggar membuat makin sulit melakukan evakuasi. “Saya sudah wanti-wanti parkir itu, tapi tetap dilanggar, petugas katanya harus kejar setoran. Akhirnya hanya bisa menyelamatkan diri, lapak ibu saya ludes,” ungkapnya. (nan)
Editor : Wiwin Meliana