Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BIKIN MERINDING! Kejadian Aneh Dialami Warga Mengening saat Penemuan Dua Sarkofagus Berisi Tulang Belulang dan Perhiasan: Begini Kronologinya

Dian Suryantini • Selasa, 20 Agustus 2024 | 22:53 WIB
SARKOFAGUS: Dua sarkofagus ditemukan warga di Desa Mengening saat renovasi pelinggih untuk bayar khaul. Warga sempat alami kejadian aneh.
SARKOFAGUS: Dua sarkofagus ditemukan warga di Desa Mengening saat renovasi pelinggih untuk bayar khaul. Warga sempat alami kejadian aneh.

BALIEXPRESS.ID – Dua buah sarkofagus atau peti mati dari batu ditemukan di Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Dua sarkofagus itu ditemukan oleh seorang warga, Ketut Suasana.

Kala itu, Suasana ingin menyumbang untuk renovasi pelinggih di tanah milik desa.

Renovasi itu dilakukan lantaran ia memiliki kaul atau janji.

Bila dia berhasil menjual tanah, ia berjanji akan memperbaiki pelinggih di pura itu.

Suasana akan merenovasi pelinggih Padmasana, gedong dan piasan.

“Saya dulu jual beli tanah. Saat saya melakoni itu, saya sering datang ke pura ini untuk sembahyang. Setiap jam 8 malam saya memohon agar usaha saya dilancarkan,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (20/8).

Ketekunan Ketut Suasana beribadah membuahkan hasil. Usahanya lancar dan jual beli tanah itu berhasil.

Janjinya pun dipenuhi untuk renovasi pelinggih sebanyak Rp 300 juta.

Ketut Suasana kemudian berdiskusi dengan prajuru adat terkait niatnya itu.

Hasilnya, prajuru adat setuju. Ketut Suasana pun bersiap membeli bahan dan melakukan pekerjaannya di tanah tersebut.

“Sehari sebelum kami ngeruak, ada suara naga yang terdengar dari sini. Di sini duwenya naga. Yang dengar itu saudara saya. Suara itu didengar sekitar jam 8 malam, sebanyak 8 kali,” kata dia.

Warga yang mendengar suara itu kemudian menyampaikannya kepada prajuru adat.

Tidak ada hal aneh atau kejanggalan lain, maka proses ngeruak tetap dilakukan.

Beberapa hari saat melakukan pekerjaan menggali tanah, tepatnya pada Minggu (18/8), cangkul Ketut Suasana membentur benda keras.

Setelah digali lagi, ternyata terdapat benda seperti peti mati yang terbuat dari batu.

“Itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Setelah itu saya panggil prajuru desa semua. Setelah dibersihkan, saya menggali lagi dan ternyata ketemu lagi peti batu lagi satu,” ungkapnya.

Dari penggalian yang dilakukan saat renovasi pelinggih itu, ditemukan dua buah sarkofagus.

Di dalamnya terdapat tulang manusia dewasa yang sudah rapuh. Benda lain seperti guci dan besi juga terdapat di dalamnya.

Terpisah, Kelian Desa Adat Mengening, Kadek Astawa Wijaya menyebutkan, sarkofagus itu ditemukan pada kedalaman 70 sentimeter. Ukurannya sekitar 45 x 35 cm.

“Yang pertama ditemukan jam 10 pagi lalu yang kedua jam 1 siang. Ukurannya sama. Jika dilakukan penggalian lagi, kemungkinan masih ada. Kami tidak tahu juga,” ujarnya.

Penemuan itu lantas dilaporkan ke Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, agar dilakukan penelitian lebih lanjut.

Sementara prajuru desa juga akan mengambil tindakan untuk upacara atas penemuan benda kuno itu.

“Kami sudah sampaikan. Dan kami juga berencana mengubur tulang-tulangnya nanti. Namun kami parum dulu seperti apa baiknya. Proses renovasi masih terus dilakukan, tapi bendanya kami pinggirkan dulu,” tutupnya.

Editor : Nyoman Suarna
#sarkofagus #tulang #mengening #warga