Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terungkap, Fakta-fakta Tak Terduga dari Kasus Viral Guru PPPK di Bali yang Jadikan Siswi SMPN 2 Kerambitan sebagai Obyek Konten Sensual

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 22 Agustus 2024 | 02:54 WIB
Warganet di media sosial kecam aksi oknum guru yang diduga eksploitasi murid dalam konten sensual
Warganet di media sosial kecam aksi oknum guru yang diduga eksploitasi murid dalam konten sensual

BALIEXPRESS.ID - Konten di akun Instagram @nangkela yang merupakan aku pribadi milik oknum guru SMPN 2 Kerambitan di Kabupaten Tabanan, Bali menjadi sorotan.

Hal ini karena pemilik akun yang merupakan seorang guru seni budaya tersebut mengunggah foto salah satu siswi dengan pose sensual dan menggunakan seragam ketat.

Postingan itu sendiri menjadi sorotan karena menimbulkan kesan sang guru mengeksploitasi, oknum guru tersebut mendapat sanksi peringatan. 

Dari informasi yang didapat, guru tersebut berstatus sebagai tenaga PPPK sejak 2023.

Ia mengajar mata pelajaran seni budaya dan memang sangat kreatif dalam kegiatan mengajar serta praktek seni dan budaya.

Dikonfirmasi terkait kasus ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Darma Utama mengungkapkan, pihaknya telah melakukan rapat bersama guru yang bersangkutan, pengawas hingga Kepala Sekolah SMP 2 Kerambitan.

“Kemudian hari ini, kami di dinas sudah melakukan rapat dengan melibatkan para kabid (kepala bidang) yang menangani Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) termasuk Kepala BPKSDM, Kabid SMP, Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah hingga guru,” ujarnya ketika dikonfirmasi Rabu (21/8).

Dari koordinasi tersebut, pihak oknum guru tersebut sudah diberi sanksi.

Ada pun, sanksi untuk guru itu sesuai dengan hasil koordinasi maka diberikan teguran tertulis berupaya larangan untuk menggunakan objek sekolah atau warga sekolah untuk kepentingan akun pribadi.

Disamping itu, hasil koordinasi dengan yang bersangkutan bahwa video tersebut dibuat atas koordinasi guru dan siswa. 

"Jadi bukan siswa mau atau tidak tetapi sering siswa yang meminta membuat akun, ide cerita, ide gerakan,” ungkapnya.

“Disamping itu, media resmi SMP 2 Kerambitan juga sangat bagus, sering mengunggah berbagai kegiatan yang dilakukan pihak sekolah hingga siswanya, seperti podcast hingga kegiatan digitalisasi lainnya,” paparnya. 

Menurut Darma Utama, ada dua hal yang menjadi sorotan di sini.

Pertama penggunaan akun pribadi dari guru. Kemudian, terkesan adanya tindakan eksploitasi siswa.

“Saya tidak berani men-justice bahwa ini adalah tindakan eksploitasi siswa karena dari penjelasan tadi. Mungkin hari ini atau besok kami akan mengkonfirmasi langsung ke siswa yang bersangkutan,” tambahnya.

Dilanjutkan Darma Utama, dari interogasi yang dilakukan tim dari Disdik, oknum guru tersebut  mengakui jika akun Instagram @nangkela adalah akun milik pribadinya.

Yang bersangkutan juga mengakui bahwa menggunakan anak-anak di sekolah tersebut sebagai obyek postingan sudah seijin orang tua siswa dan sudah ada surat pernyataannya.

Selain itu, Darma Utama menyatakan jika oknum guru tersebut sudah menghapus akun Instagram yang digunakannya mengunggah foto-foto siswi-nya.

“Guru yang bersangkutan sekaligus pemilik akun sudah minta maaf dan juga menghapus akun,” lanjutnya. 

Dilanjutkan Darma Utama, sebelum viral, akun Instagram dengan jumlah pengikut sebanyak 2.894 pengikut ini, menurut oknum guru tersebut dijadikan sebagai sarana untuk menampung kreativitas para siswa tanpa ada maksud untuk mencari keuntungan.

Namun, beberapa hal menjadi sorotan dari masyarakat di media sosial adalah cara berpakaian siswa.

Terkait cara berpakaian siswa ke Sekolah ini, Darma Utama menyebutkan jika cara berpakaian ini, sudah ada yang mengatur di Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022.

Namun dikatakannya, dalam Permen tersebut tidak tercantum terkait ukuran pakaian yang harus dikenakan siswa ke sekolah. 

"Terkait ukuran baju itu tidak tercantum, selain itu hal lainnya seperti bentuk dan warna juga tidak tercantum. Namun dari video itu mungkin terkesan seronok, karena yang menjadi sorotan adalah rok dan pakaian yang terkesan menonjolkan aurat,” ungkapnya. ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pppk #guru #viral #SMPN 2 Kerambitan #media sosial #konten #tabanan