BALIEXPRESS.ID - Sebanyak 29 remaja yang tergabung dalam dua geng, Gaza dan Balmor, hampir membuat orang tua mereka kehilangan muka.
Keributan yang terjadi di Jalan Gatot Subroto VI, depan Warung Madura, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, pada pukul 02.30 WITA, memaksa orang tua mereka bersikap tegas.
Di hadapan polisi dan perwakilan sekolah, para orang tua ini berjanji tidak akan lengah lagi dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka.
Setelah diberi hukuman fisik berupa sit-up dan push-up di Polsek Denpasar Utara, orang tua para remaja ini sepakat untuk lebih serius dalam mendidik dan memantau aktivitas anak-anak mereka di luar jam sekolah.
"Kami sudah menyatakan sikap di hadapan polisi bahwa kami akan lebih ketat dalam mengawasi pergaulan anak-anak," ujar Pak PT, salah satu orang tua remaja dari geng Balmor, yang diakui sebagai pentolan kelompok tersebut.
Keributan ini dipicu oleh sebuah video yang memperlihatkan anggota salah satu geng menginjak baju dengan lambang geng lainnya.
Video tersebut memicu kemarahan hingga akhirnya dua kelompok remaja tersebut terlibat dalam bentrokan di subuh hari.
Berkat laporan warga, polisi segera turun tangan dan berhasil mengamankan 29 remaja yang terlibat, serta beberapa barang bukti, termasuk senjata tajam seperti samurai dan celurit.
IPTU I Ketut Sukadi, Kasi Humas Polresta Denpasar, membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa tindakan tegas diambil untuk mencegah keributan serupa terulang.
"Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi agar masyarakat dan pengguna jalan tidak merasa resah," tutupnya.
Meski telah diberikan pembinaan fisik dan dikembalikan ke orang tua masing-masing, para remaja ini tetap harus menjalani proses wajib lapor sebagai bagian dari hukuman yang diberikan. ***
Editor : I Putu Suyatra