BALIEXPRESS.ID – Menanggapi keluhan masyarakat mengenai kondisi kolam renang Lila Arsana di Semarapura yang terbengkalai, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung telah mengambil langkah dengan melakukan pengurasan.
Tindakan ini dilakukan untuk mencegah kolam yang airnya keruh menjadi sarang nyamuk dan berpotensi menimbulkan penyakit. Setelah pengurasan, Disdikpora berencana mencari pengelola baru agar kolam tersebut dapat kembali dimanfaatkan dan terawat dengan baik.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana, mengungkapkan bahwa ia sempat dihubungi oleh Anggota DPRD Bali, I Ketut Juliarta, yang menyampaikan keluhan masyarakat terkait kondisi kolam renang ini dua minggu lalu.
"Kami menerima telepon dua minggu lalu mengenai keluhan masyarakat. Karena terkendala waktu, baru sekarang kami bisa melakukan pengurasan air kolam," jelas Sujana pada Kamis (29/8/2024).
Proses pengurasan dilakukan dengan bantuan dua mesin pompa dari BPBD Klungkung dan PDAM Klungkung.
Air kolam kemudian dialirkan langsung ke saluran air di jalan raya. Mengingat volume air yang cukup banyak, petugas BPBD Klungkung yang terlibat dalam pengurasan memerlukan waktu seharian untuk menyelesaikan tugas tersebut. Saat ini, kolam renang anak sudah berhasil dikuras hingga kering.
Setelah proses pengurasan selesai, Sujana menegaskan bahwa kolam renang harus segera diisi dengan air bersih. Jika dibiarkan kering terlalu lama, kolam tersebut berisiko mengalami kerusakan, seperti retak dan bocor.
Untuk itu, Disdikpora sedang mencari pihak ketiga yang bersedia mengelola kolam renang Lila Arsana agar segera bisa dioperasikan kembali. Sujana juga menambahkan bahwa meskipun kondisi mesin dan kolam masih layak digunakan, biaya operasional yang cukup besar menjadi tantangan utama.
"Biaya operasional mencapai sekitar Rp 25 juta per bulan, termasuk Rp 5 juta untuk obat-obatan," ungkap Sujana.
Sebagai langkah awal, Disdikpora berencana memberikan insentif berupa masa uji coba pengelolaan selama tiga bulan tanpa biaya kepada pihak yang bersedia mengelola kolam renang tersebut.
"Setelah masa uji coba selesai, kontrak pengelolaan dapat dimulai pada tahun depan. Tujuannya adalah memastikan kolam renang ini kembali terawat dan bermanfaat bagi masyarakat Klungkung," tambahnya.
Kolam renang Lila Arsana dikenal sebagai tempat lahirnya atlet-atlet renang berbakat yang kini dikenal secara nasional, salah satunya adalah I Gede Siman Sudartawa, yang mengawali karier renangnya di kolam ini saat masih kecil. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana