BALIEXPRESS.ID - Jenazah seorang pria yang belum diketahui identitasnya ditemukan di bawah tebing Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kamis (29/8/2024).
Penemuan jenazah di dekat stage pementasan kecak ini pun telah dilaporkan dan dievakuasi oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali).
Pasca kejadian tersebut Desa Adat Pecatu telah melakukan upacara mecaru, Jumat (30/8) untuk membersihkan dan menjaga kesucian dari Pura Luhur Uluwatu.
Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengatakan, mecaru dilakukan untuk menjaga kesucian kawasan Pura Luhur Uluwatu. Sebab Pura tersebut dianggap sebagai tempat sakral oleh masyarakat setempat.
“Kami melakukan pembersihan secara niskala, karena lokasi tersebut merupakan kekeran (wilayah suci) Pura Luhur Uluwatu. Upacara ini perlu dilakukan untuk membersihkan leteh atau kotoran spiritual yang mungkin terjadi akibat kejadian tersebut,” ujar Sumerta.
Menurutnya, upacara Mecaru dilaksanakan pada pukul 14.00 Wita. Pelaksanaanya tepat di depan stage Kecak Uluwatu, yakni lokasi evakuasi jenazah. Kegiatan ini melibatkan pengempon dan pengemong Pura Luhur Uluwatu, serta telah mendapatkan persetujuan dari Puri Agung Jro Kuta, yang memiliki peran penting dalam menjaga tradisi dan kesucian pura.
Upacara Mecaru ini diharapkan dapat mengembalikan kesucian dan keseimbangan spiritual di kawasan Pura Luhur Uluwatu. Kemudian dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang.
“Kami meyakini bahwa pembersihan secara ritual harus dilakukan agar wewidangan Ida Bhatara (kawasan suci) bisa kembali bersih,” terangnya.
Disinggung penyebab kematian pria yang ditemukan di bawah tebing tersebut, Sumerta mengaku belum mendapatkan informasi pasti. “Kami belum tahu penyebabnya, apakah mereka selfie lalu terjatuh karena terpeleset, kami tidak tahu,” ucapnya.
Sementara Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya mengungkapkan laporan yang diterima petugas siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Kamis (29/8) pukul 17.20 Wita.
Jenazah pria tersebut pertama kali terlihat terdampar di tepi pantai, tak jauh dari batas tebing Pura Uluwatu. “Kami dapat informasi dari Balawista, ada saksi mata yang melihat dari atas tebing, sesosok tubuh terdampar,” ungkapnya
Menanggapi laporan tersebut, sebanyak tujuh personel diberangkatkan ke lokasi dengan membawa peralatan mountaineering. Meskipun menghadapi berbagai kendala, seperti kondisi gelap dan terbatasnya penerangan serta air laut yang mulai pasang, tim SAR tetap bekerja dengan cepat dan hati-hati.
“Korban sudah sempat terseret arus sejauh kurang lebih 10 meter dari dinding tebing, sehingga personel yang turun ke bawah dengan segera menjangkau jenazah tersebut,” jelasnya.
Akhirnya, jenazah berhasil dievakuasi dan ditarik ke atas tebing dengan ketinggian 90 meter dengan bantuan tim SAR gabungan sekitar pukul 20.08 Wita. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah segera dibawa menuju Rumah Sakit Umum Prof Ngoerah menggunakan ambulans Sosial Ummat Masjid Agung Palapa.
“Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan Kantor Pemcarian dan Pertolongan Denpasar, Balawista, Polair Polresta, Brimob Polda Bali, Bhabinkamtibmas Desa Pecatu, Babinsa Desa Pecatu, Perangkat Desa Pecatu, Orari serta masyarakat setempat,” jelasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana