BALIEXPRESS.ID – Luasan lahan sawah di Kabupaten Klungkung dari tahun 2020 hingga 2022 mengalami penyusutan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, luas lahan sawah di Kecamatan Banjarangkan pada tahun 2020 seluas 1954,6 Ha, kemudian di tahun 2022 menyusut menjadi 1925,99 Ha.
Kemudian Kecamatan Klungkung, pada tahun 2020 memiliki luas lahan sawah 1229,1 Ha, kemudian di tahun 2021 menyusut menjadi 1223,5 Ha dan menyusut di tahun 2022 menjadi 1223,45.
Lalu di Kecamatan Dawan pada tahun 2020 luas lahan sawah seluas 593,7 Ha, dan di tahun 2021 menyusut menjadi 585,73 Ha.
Bakal calon Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, mengungkapkan keprihatinannya terkait penyusutan lahan sawah produktif di wilayah Klungkung. Dalam wawancara yang dilakukan pada Senin (2/9/2024), Tjokorda menyebut bahwa salah satu penyebab utama dari masalah ini adalah alih fungsi lahan dari pertanian menjadi perumahan atau pembangunan lainnya.
"Alih fungsi lahan ini terjadi karena adanya permintaan dan pertumbuhan jumlah penduduk yang meningkat, sehingga menyebabkan pergeseran penggunaan lahan," jelas pria yang akrab disapa Tjok Surya tersebut.
Pasangan dari I Made Satria dalam Pilkada Klungkung 2024 dengan nama Paket SATRIYA itu menekankan pentingnya pemerintah untuk bersikap tegas dalam menetapkan zonasi wilayah, dengan memastikan lahan-lahan produktif tetap dipertahankan dan tidak beralih fungsi.
"Pemerintah harus bisa menetapkan zonasi yang jelas, mana lahan produktif yang tidak boleh dialihkan fungsinya dan mana yang bisa digunakan untuk keperluan lain," tambahnya.
Menurut Tjokorda, sektor pertanian memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan berkontribusi besar bagi kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyebut bahwa pertanian merupakan dasar dari ekonomi kerakyatan. Sebagai contoh, ia menyinggung bagaimana Thailand mampu mempertahankan sistem pertaniannya yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan hidup masyarakatnya.
"Jika nantinya saya diberi amanah untuk memimpin Klungkung bersama Pak Satria, kami akan memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian," ungkapnya.
Beberapa langkah yang ia rencanakan antara lain adalah memperbaiki saluran irigasi, memberikan penyuluhan kepada kelompok-kelompok subak, serta mengembangkan subak-subak yang sudah ada agar keberadaannya tetap eksis. Ia juga berkomitmen untuk menghidupkan kembali subak yang tidak aktif dan mengoptimalkan lahan-lahan yang tidak produktif.
Dengan berbagai langkah tersebut, Tjok Surya berharap dapat mengembalikan kejayaan pertanian di Klungkung dan memperkuat ekonomi masyarakat setempat. (*)