Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Material Batu Kapur Tebing Uluwatu Jatuh ke Laut Viral: Begini Penjelasan Dinas PUPR Badung dan Permintaan Bendesa Adat Pecatu 

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 2 September 2024 | 23:34 WIB

 

RUNTUH: Material batu kapur di tebing Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan yang jatuh ke laut.
RUNTUH: Material batu kapur di tebing Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan yang jatuh ke laut.

BALIEXPRESS.ID - Pembangunan jalan inspeksi dalam penataan keretakan tebing di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali belakangan ini viral di media sosial.

Sebab dalam pengerjaannya memicu runtuhan atau longsornya batu kapur ke laut. Hal ini pun tentunya dapat memberikan dampak negatik rerhadap ekosistem di dalamnya. Sehingga Dinas PUPR Badung diminta melakukan evaluasi.

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta saat dikonfirmasi pun tidak menampik hal tersebut.

Ia menilai pengerjaan proyek menyebabkan pencemaran air laut dan perlu menjadi perhatian serius dari instansi terkait.

Ia pun mengaku menerima banyak keluhan terkait adanya longsor batu kapur, khususnya dari wisatawan yang terganggu melakukan olahraga surfing. 

Atas adanya hal tersebut, Sumerta mendorong instansi terkait, yaitu Dinas PUPR Badung dapat melakukan evaluasi dan pengawasan teknis yang lebih ketat.

Hal ini untuk meminimalisir dampak lingkungan yang timbul akibat proyek tersebut.

“Saya minta tim tekhnis dari PUPR dapat melakuian evaluasi dan pengawasan lebih ketat. Sehingga tidak ada deburan pembuangan material ke laut, sebab hal ini cukup menggangu dan menimbulkan keluhan. Di Pecatu ini banyak tempat tempat wisatawan yang melakukan surfing, sehingga pencemaran ini cukup mengganggu,” jelas Sumerta, Senin (2/8).

Menurutnya, pembangunan jalan inspeksi sejatinya tidak menjadi masalah selama digunakan sesuai peruntukannya.

Ia juga menegaskan tidak ada kepentingan komersial dalam proyek tersebut.

Desa adat tetap berkomitmen untuk menjaga kesucian dan kelestarian alam Uluwatu, serta tidak akan mengeksploitasi kawasan ini demi keuntungan ekonomi.

“Kami clear, tidak ada kepentingan komersial di sini. Kita tidak akan mengeksploitasi alam ini untuk tujuan komersial. Ini murni untuk proteksi dan pengamanan,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kadis PUPR Badung Ida Bagus Surya Suamba mengaku telah memerintahkan unit PPK dan tim untuk evaluasi pelaksanan kegiatan di lapangan.

Ia menekankan agar tidak ada lagi meterial yang terjatuh ke laut. Pihaknya juga tidak akan memberikan toleransi jika hal itu kembali terjadi kedepannya.

“Kemarin kami sudah panggil petugas excavator yang lalai akan SOP. Kamk sudah peringati agar tidak mengulang. Kalau masih terjadi, kami akan ganti langsung,” tegasnya.

Birokrat asal Tabanan ini pun memastikan kejadian jatuhnya material ke laut tidak akan kembali terulang.

Untuk material yang terjatuh, secepatnya akan dilakukan penanganan apabila akses jalan telah terselesaikan. 

Selain itu, Surya Suamba menyampaikan pembangunan jalan inspeksi tersebut merupakan satu-satunya cara untuk melakukan penanganan keretakan tebing.

Hal itu dilakukan atas kajian dan persetujuan pihak pengempon dan pengemong Pura. (esa)

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #tebing #viral #Pura Luhur Uluwatu #badung #Pecatu