Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Warga Malet Tengah Bangli Relakan Tanah dan Gotong Royong Buka Jalan Baru, Pemkab Belum Ada Kejelasan

I Made Mertawan • Selasa, 3 September 2024 | 01:06 WIB
Warga Malet Tengah, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli gotong royong buka jalan baru.
Warga Malet Tengah, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli gotong royong buka jalan baru.

BALIEXPRESS.ID - Warga Banjar Malet Tengah, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali berinisiatif membuka jalan baru setelah jalan mereka putus dan belum ada kejelasan dari Pemkab Bangli.

Akses jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh warga setempat. Pembukaan jalan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat.

Lahan yang digunakan untuk jalan baru pun merupakan hasil kerelaan warga setempat.

Sebab Jalan yang putus pada April 2024 lalu tidak dapat diperbaiki lagi. Solusinya adalah membuka jalan baru di sekitar lokasi tersebut.

Perbekel Desa Tiga Putu Merta Utama menyebutkan bahwa ada sembilan warga yang memberikan tanah mereka secara cuma-cuma untuk dijadikan jalan.

Selanjutnya gotong royong membuka jalan baru yang dimulai empat hari lalu.

Proses pembukaan jalan ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu minggu. Jalan baru yang sedang dibangun memiliki panjang sekitar 400 meter dan lebar 7 meter.

Setelah pembukaan jalan ini, Merta Utama berharap Pemkab Bangli segera menindaklanjutinya.

Ia menekankan bahwa akses jalan ini sangat dibutuhkan oleh warga sekitar.

Selain itu, ia juga khawatir jika tidak ada tindak lanjut, para pemilik tanah yang telah merelakan lahannya mungkin akan berubah pikiran dengan menarik kembali persetujuan mereka atas tanah yang sudah direlakan.

“Kalau tidak dilanjutkan, nanti ditanami rumput gajah,” tegas Merta Utama pada Minggu (1/9/2024).

Seperti diketahui, jalan yang putus ini menghubungkan Banjar Malet Tengah, Desa Tiga dengan Banjar Malet Gusti, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut.

Jalur tersebut juga tembus ke Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

Jalan tersebut putus akibat longsor pada Rabu (10/4/2024) dengan panjang jalan yang terputus diperkirakan sekitar 150 meter.

Longsor juga menggerus lahan milik warga di sekitar jalan. Kejadian ini diduga disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.

Sejauh ini, menurut Merta Utama, belum ada kejelasan soal tindak lanjut dari Pemkab Bangli soal jalan putus tersebut. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #bangli #jalan baru