BALIEXPRESS.ID - Peristiwa berdarah menggemparkan kawasan wisata Lovina, tepatnya di Jalan Raya Singaraja-Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali.
Tiga kelompok pemuda terlibat dalam perkelahian yang berujung pada penetapan enam tersangka oleh pihak kepolisian.
Kejadian tersebut melibatkan tiga kelompok pemuda dari Desa Panji Anom, Desa Sidetapa, dan dua orang security dari sebuah bar di Singaraja.
Para tersangka yang terlibat adalah HDB (30) dan Kadek AS (40), yang bekerja sebagai security di bar tersebut, serta Kadek OS (42) dari Desa Sidetapa.
Selain itu, tiga pemuda lainnya dari Desa Panji Anom juga ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Komang YK (19), Komang APY (18), dan Made M (21).
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, mengungkapkan secara gamblang bagaimana perkelahian ini bermula dan berkembang menjadi peristiwa yang memicu ketegangan di Lovina.
Pada Sabtu malam (24/8/2024), kelompok pemuda dari Desa Sidetapa yang terdiri dari Kadek OS, Kadek BS, Gede OS, dan Putu T, sedang nongkrong di Pantai Penimbangan.
Di lokasi yang sama, pemuda dari Desa Panji Anom juga berkumpul.
Pada Minggu dini hari (25/8/2024), kedua kelompok ini bubar, tetapi kemudian secara tidak sengaja bertemu di simpang lima Lovina.
Pertemuan tak terduga ini memicu salah paham yang berujung pada senggolan antara Komang APY dari Panji Anom dan Kadek OS dari Sidetapa, yang kemudian memicu perkelahian.
Ketegangan semakin memanas ketika Putu T dari kubu Sidetapa turun dari motor untuk membantu temannya.
Namun, saat itu tiga pemuda dari Panji Anom, Putu I, Made M, dan Putu FM, muncul, membuat kelompok Sidetapa mundur ke arah Kaliasem.
Dalam kekacauan tersebut, Kadek BS dari kubu Sidetapa membawa kabur motor milik Komang YKW dari Panji Anom.
Pengejaran pun terjadi, berhenti di depan sebuah minimarket di Lovina, di mana keributan antar dua kelompok ini semakin memanas.
Keributan tersebut menarik perhatian banyak orang di sekitar lokasi.
Putu T dari Sidetapa terkena pukulan, begitu juga Komang YKW saat berusaha merebut kembali motornya.
Saat situasi mulai mereda, Kadek OS dari Sidetapa melarikan diri ke arah barat, namun dikejar oleh empat pemuda dari Panji Anom yang kemudian menganiaya Kadek OS di depan sebuah toko di Lovina.
Merasa terdesak, Kadek OS meminta bantuan kepada security bar di Lovina.
HDB dan Kadek AS yang berada di lokasi berusaha melerai, namun niat baik mereka diabaikan, hingga mereka pun akhirnya terlibat dalam perkelahian tersebut.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika Gede OS dari Sidetapa mengambil botol bir dan memukul wajah Putu I dari Panji Anom, mengakibatkan luka robek pada wajahnya.
Melihat situasi semakin memburuk, security akhirnya membawa para korban ke rumah sakit.
Setelah kejadian tersebut, kedua kelompok pemuda melapor ke Polres Buleleng. Polisi segera melakukan penyelidikan mendalam dan menetapkan enam orang tersangka yang kini terancam hukuman penjara hingga lima tahun, sesuai dengan Pasal 170 KUHP.
"Para tersangka ini terlibat penganiayaan dan sudah ditetapkan sejak 26 Agustus. Kasus ini masih dalam penanganan kami," tegas AKP Diatmika.
Perkelahian yang semula dipicu oleh salah paham ini berubah menjadi insiden berdarah yang kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan warga sekitar. (*)