BALIEXPRESS.ID - Tokoh inovatif Badung yang kini menjadi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Badung, I Wayan Suyasa - I Putu Alit Yandinata (Suyadinata) kembali memenuhi undangan dari para generasi milenial.
Pada Sabtu (7/9/2024) Wayan Suyasa di dampingi tokoh Kuta , I Wayan Puspa Negara menghadiri sekaligus memberikan support kegiatan Madura Cup VI di lapangan Futsal jalan Tuan Lange, Kelurahan Kuta. Dalam kegiatan anak muda ini, Suyadinata memberikan support berupa dana motivasi sebesar Rp 10 juta.
Wayan Suyasa dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas terselenggaranya kegiayan futsal tersrbut. Sebab para kaum milenial telah memberikan hal terbaik bagi wilayah.
“Berbicara olah raga, kita bicara konteks sportifitas. Kalah menang hal biasa, yang terpenting bagaimana kita mengekpresikan hobi dan prestasi ini, karena hal ini juga sebagai acuan kami juga dalam berkontestasi di Pilkada Badung. Menang bermartabat dan kalah terhormat, itulah yang terpenting,” ujar Suyasa.
Pihaknya pun berharap melalui kegiatan tersebut para generasi muda dapat terjauhkan dari hal negatif. Sepertti salah satunya dampak negatif dari penggunaan narkoba.
“Sekali lagi saya Wayan Suyasa bakal calon Bupati Badung dan bakal calon Wakil Bupati Badung, I Putu Alit Yandinata menitip diri pada semua yang hadir saat ini, kita saling menghormati terlepas dari perbedaan mari kita junjung pesta demokrasi yang ada seperti apa yang diselenggarakan saat ini,” jelas politisi asal Penarungan tersebut.
Lebih lanjut mantan Wakil Ketua DPRD Badung ini juga memaparkan program yang akan dikerjakan jika nanti dirinya dipercaya masyarakat Badung sebagai Bupati. Salah satu program tersebut adalah membangun sport center di Badung.
“Mengingat kita merupakan kawasan pariwisata, jadi kami ingin buat sport center berstandar internasional yang nantinya bisa memberikan brand tersendiri untuk Kabupaten Badung,” ungkapnya.
Selain memberikan motivasi kepada generasi muda dalam ajang Madura Cup VI, Suyasa juga mengunjungi salah satu UMKM di Kuta. Pihaknya mengapresiasi, menggeliatnya UMKM di barometernya pariwisata dunia.
“Pasca Covid-19, hampir disemua sektor sudah menggeliat termasuk UMKM di Kuta. Hal ini pertanda baik dan semoga para pelaku UMKM di sini semakin maju dan bersaing, sehingga kita tidak menjadi penonton saja dalam industri pariwisata ini, tapi pelaku UMKM lokal juga bisa bertumbuh dengan baik,” terangnya. (*)