Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hidupkan Kembali Ikon Gajah-Kancil, Rest Area Goa Jepang Disulap Jadi Pusat Kuliner dan Kedai Kopi

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 11 September 2024 | 01:28 WIB
INOVASI : The Cave Warung Samsam Babi Guling dan Kedai Kopi yang baru dibuka di Objek Goa Jepang, Klungkung.
INOVASI : The Cave Warung Samsam Babi Guling dan Kedai Kopi yang baru dibuka di Objek Goa Jepang, Klungkung.

BALIEXPRESS.ID - Rest area di kawasan objek wisata Goa Jepang, Desa Adat Koripan Tengah, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, kini bertransformasi menjadi pusat kuliner dan kedai kopi.

Inisiatif ini digagas oleh Desa Adat Koripan Tengah, dengan dipelopori oleh Bendesa Adat, Anak Agung Gede Rai Artawan.

Sejak Minggu (8/9/2024), area tersebut resmi dimanfaatkan untuk mendukung perekonomian lokal sekaligus mengembalikan popularitas ikon patung Gajah-Kancil yang sempat pudar setelah hadirnya shortcut Bypass IB Mantra.

Pantauan di lapangan, Senin (9/9/2024) malam rest area tersebut kini tampak bersih dan tertata rapi. Beberapa sudutnya dihiasi dengan payung tradisional Bali (tedung), dan pengamanan di pintu masuk dijaga oleh pecalang.

Saat memasuki kawasan ini, pengunjung akan disambut oleh kedai kopi di bagian depan, sementara di halaman tersedia wahana bermain anak-anak.

Pada sisi timur, terdapat area kuliner dengan menu andalan babi guling dan nasi samsam dengan nama The Cave Warung Samsam Babi Guling dan Kedai Kopi.

Operasional Manager The Cave Warung, Ida Bagus Ary Kusuma Arcana, atau yang akrab disapa Gus Arik, menjelaskan bahwa Desa Adat Koripan Tengah awalnya mengajukan permohonan kepada Dinas Pariwisata Klungkung untuk memanfaatkan rest area ini.

Setelah izin keluar, desa adat mulai membersihkan area dan menyiapkan fasilitas pendukung seperti meja dan kursi menggunakan dana desa.

“Fokus kuliner kami adalah nasi samsam, babi guling, ayam rendang, dan kopi. Semua tenaga kerja yang terlibat merupakan warga lokal,” ungkapnya. 

Baca Juga: KECELAKAAN MAUT! Dipicu Mobil Tabrak Lari, Pemotor Asal Simalungun Tewas Terseret Truk Angkut Galon di Bali

Meskipun menggunakan tenaga lokal, Gus Arik menegaskan bahwa mereka sudah berpengalaman di bidang kuliner dan kopi. Beberapa di antaranya adalah warga yang sedang menempuh pendidikan di bidang pariwisata, yang mempraktikkan ilmu mereka dengan langsung melayani pelanggan dan membantu operasional.

Selain membuka lapangan pekerjaan, keberadaan tempat kuliner dan kedai kopi ini juga diharapkan dapat menghidupkan kembali suasana Goa Jepang yang pernah populer dengan patung Gajah-Kancil yang ikonik. “Kami buka setiap hari mulai pukul 10.00 Wita hingga 22.00 Wita,” tandasnya.

Pusat kuliner dan kedai kopi di rest area Goa Jepang ini menjadi upaya untuk memajukan ekonomi lokal sekaligus melestarikan warisan budaya dan sejarah yang ada di sekitar objek wisata tersebut. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#babi guling #gajah #Kancil #samsam #goa jepang #patung #Kedai kopi #Desa adat koripan tengah