Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mantan Dirut Garuda Indonesia yang Dipecat karena Selundupkan Harley Jadi Dirut SBDJ yang Tangani Investor Bali Urban Subway: Ini Jawaban Dewa Indra

Rika Riyanti • Kamis, 12 September 2024 | 01:34 WIB

 

I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra 
I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra 

BALIEXPRESS.ID - Pemerintah Provinsi Bali memberikan kepercayaan pada Putra asal Bali, I Gusti Ngurah Askhara untuk mengelola PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) yang mengurusi investor proyek kereta bawah tanah (Bali Urban Subway). Tak banyak yang sadar siapa sosok pria satu ini.

I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ).

Sebelumnya, ia sempat tersandung kasus hukum penyelundupan yang sempat menggemparkan publik.

Dirinya terciduk menyelundupkan Harley Davidson dan sepeda Brompton saat menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.

Karena kasus itu, ia sampai dipecat dan terbukti bersalah. Pengadilan Tangerang pun menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan 20 bulan dan denda Rp 300 juta. Kendati demikian, Ari Askhara tidak perlu menjalani masa hukumannya. 

Diwawancarai Rabu (11/9) di Kantor Gubernur Bali, Sekda Bali, Dewa Made Indra menuturkan, tidak ada hubungan kasus yang pernah menjerat Ari Askhara dengan jabatannya saat ini menangani investor untuk pembangunan kereta bawah tanah (subway) di Bali.

Menurut Dewa Indra, yang dilihat adalah profesionalitasnya.

”Ya pandangan orang. Penilaian orang sah-sah saja. Secara profesional tidak ada hubungan kan (kasus hukumnya dan dirut SBDJ),” ungkapnya.

Ari Askhara dipilih sebagai pimpinan PT SBDJ karena memiliki latar belakang karier di perbankan dan pernah menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia, meski sempat dipecat terkait kasus penyelundupan.

Menurut Dewa Made Indra, pemilihan Ari dilakukan sesuai mekanisme perseroan, mengingat PT SBDJ merupakan cucu perusahaan PT Jamkrida Bali Mandara yang dimiliki oleh Pemprov Bali.

Dewa Indra menekankan bahwa proyek pembangunan kereta bawah tanah ini merupakan proyek besar yang harus dikelola oleh profesional, dan hingga kini Ari Askhara berhasil mendapatkan investor untuk mendanai penuh proyek tersebut.

”Lihat dia sekarang bisa mengorganize, mendatangkan investor. Itu proyek fully funded swasta bukan pemerintah,’ ungkapnya.

“Ya bisa kan menyelesaikan rencana bisnisnya kemudian mengadakan tender kami melihat para investornya. Kalau kami tidak melihat orangnya, tapi dari profesionalitasnya,” jelasnya.   

Ditegaskan Dewa Indra, tidak ada hubungan kasus hukumnya itu dengan pekerjaan Ari saat ini.

Sebagai Dirut SBDJ mengelola perusahaan besar, sedangkan kasus Ari di Garuda Indonesia kata Dewa Indra hanya permasalahan tidak sesuai prosedur.

“Itu peristiwa lain ketika ia menjadi Dirut garuda ya kan berkunjung ke luar negeri bawa barang tidak melalui prosedur semestinya. Kan sementara ini pengelolaan sebuah perusahaan besar. Itu dua hal yang berbeda,” ucapnya.

Sementara itu, Ari diketahui telah mendatangkan perusahaan yang mau berinvestasi dan membiayai proyek ambisius Pemprov Bali.

Adapun perusahaan itu China Railway Construction Corporation (CRCC), PT Indotek Engineering Jaya (kontraktor lokal) dan PT Sinar Bali Bina Karya (kontraktor lokal) dan PT Bumi Indah Prima. ***

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#kerata bawah tanah #bali #harley davidson #dewa made indra #Bali Urban Subway #Brompton #garuda indonesia #i gusti ngurah askhara