BALIEXPRESS.ID - Di tengah berkembangnya lembaga pendidikan formal di Kabupaten Buleleng, lembaga pendidikan non formal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) turut memainkan peran penting dalam mencerdaskan anak bangsa.
Salah satunya adalah PKBM Widya Aksara, yang telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat putus sekolah di Buleleng. PKBM ini berdiri sejak 2003.
Baca Juga: Jadi Korban Hoaks; Oknum Guru di Buleleng yang Terseret Isu Pelecehan Lapor Polisi
Dulu pendiri PKBM Widya Aksara adalah almarhum I Putu Miasa, seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Atap Banjar.
Kini PKBM tersebut dikelola kembali oleh putrinya, Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti.
Lembaga pendidikan ini berlokasi di Dusun Dauh Pura, Desa Tigawasa, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Baca Juga: HATI-HATI! Pelecehan Guru Terhadap Siswi di Buleleng Bohong, Ternyata Kejahatan Phising
Ayu Hervina membagikan kisah panjang tentang PKBM Widya Aksara. Ia bercerita bahwa ayahnya mendirikan lembaga ini untuk menyelamatkan anak-anak yang putus sekolah, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Meskipun PKBM ini berdiri sejak 2003, izin resmi dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng baru didapatkan pada tahun 2006.
Baca Juga: Unik! Basecamp Military Lifestyle; Glamping dengan Bernuansa Militer di Bogor
“Almarhum ayah saya memimpin PKBM Widya Aksara hingga tahun 2010 sebelum meninggal. Setelah ayah meninggal, keluarga dan tutor menunjuk saya untuk melanjutkan perjuangan almarhum,” cerita Ayu Hervina.
PKBM Widya Aksara membuka pintu untuk semua lapisan masyarakat tanpa memandang usia.
Mulai dari anak usia sekolah hingga orang dewasa dan orang tua dapat mengikuti pendidikan di lembaga ini.
Menariknya, pendidikan di sini diberikan secara gratis untuk masyarakat berusia hingga 24 tahun, berkat pendanaan dari Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Reguler dan Kinerja yang diberikan pemerintah pusat.
Editor : Wiwin Meliana