BALIEXPRESS.ID— Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali dan STIKES Wira Medika melaksanakan kegiatan "Peningkatan Kapasitas Kader dan Ibu dalam Deteksi Dini Stunting dan Pemanfaatan Potensi Pangan Lokal: Daging dan Telur Ayam Kampung" di Desa Daup, Kintamani Bangli.
Kegiatan yang berlangsung pada 13 Agustus sampai dengan 17 Oktober 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan serta ibu-ibu desa dalam mendeteksi dini stunting dan memanfaatkan potensi pangan lokal khususnya daging dan ayam kampung sebagai solusi pencegahan stunting.
Baca Juga: Bersih-bersih Pantai Legian Bersama Insan Pariwisata, Suyadinata Bakal Tingkatkan UMS di Badung
Kegiatan ini didanai dari Hibah Pengabdian kepada Masyarakat skema PKM DIKTI Tahun 2024 yang memberikan dukungan penting dalam implementasi program. Sebagai bagian dari kegiatan, tim PKM juga menyerahkan berbagai alat senilai Rp 26.531.900 kepada Desa Daup yang ditujukan untuk mendukung pengolahan potensi pangan lokal, khususnya daging dan telur ayam kampung guna meningkatkan kualitas gizi dan mencegah stunting.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan aktif dari Kepala Puskesmas 3 Kintamani, I Wayan Wardana, SKM beserta staff, yang turut serta dalam penyuluhan dan pelatihan selama kegiatan PKM berlangsung.
"Kami sangat mendukung inisiatif ini karena deteksi dini stunting dan pemanfaatan pangan lokal sangat penting untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak-anak di desa ini. Kami berterima kasih kepada tim PKM yang telah melibatkan kami dalam kegiatan ini," ujar I Wayan Wardana, SKM.
Baca Juga: TEGA! Gusti Komang Embat Uang Teman Rp 70 Juta, Cari Tahu PIN Lalu Tranfer dari M-Banking
Selain dukungan institusi kesehatan, kegiatan ini juga dihadiri 30 peserta yang terdiri dari kader kesehatan, ibu-ibu rumah tangga, dan perangkat desa. Selama kegiatan, peserta diberikan edukasi seputar stunting, pentingnya nutrisi dalam 1.000 hari pertama kehidupan, serta pelatihan praktis tentang pengolahan daging dan telur ayam kampung sebagai sumber protein hewani yang berperan penting dalam pertumbuhan anak.
Salah seorang kader posyandu yang turut berpartisipasi, Ibu Ni Wayan Anggreni, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas ilmu yang diberikan.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam hal bagaimana cara mendeteksi stunting lebih awal dan memanfaatkan daging dan telur ayam kampung yang mudah kami dapatkan. Kami jadi lebih percaya diri untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu lain di desa," ungkap Ibu Ni Wayan Anggreni.
Ketua Tim PKM, Ns. Made Rismawan, S.Kep., MNS., menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berupa penyuluhan tetapi juga pemberian dukungan alat untuk memperkuat kapasitas masyarakat.
Baca Juga: Wuling dan PT Bali-Kerthi Development Fund Ventura Teken MoU Dalam Rangka Pengembangan EV di Bali
"Dengan bantuan hibah ini, kami tidak hanya memberikan edukasi tetapi juga menyediakan alat yang dapat langsung dimanfaatkan oleh kader dan ibu-ibu desa untuk mengolah pangan lokal demi kesehatan anak-anak mereka," kata Ns. Made Rismawan, S.Kep., MNS.
Perbekel Desa Daup, Dewa Nyoman Saliawan, juga mengapresiasi kegiatan ini dan berharap hasilnya dapat memberikan dampak positif jangka panjang.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim PKM Itekes Bali dan STIKES Wira Medika, Puskesmas 3 Kintamani serta pemerintah melalui Hibah PKM DIKTI Tahun 2024. Dengan adanya alat dan ilmu yang diberikan, ibu-ibu di desa kami dapat lebih proaktif dalam mencegah stunting,” katanya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pedesaan dalam bidang kesehatan dan ketahanan pangan.
Diharapkan, kegiatan ini akan berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di wilayah tersebut melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, serta dukungan alat-alat yang telah diserahkan.
Editor : Wiwin Meliana