BALIEXPRESS.ID-Video yang memperlihatkan pementasan Tari Rejang oleh sekelompok laki-laki berdandan layaknya perempuan Bali menuai kecaman warganet di media sosial.
Dalam video yang dibagikan oleh akun facebook @Ogoh ogoh Bali, terlihat sejumlah laki-laki menggunakan kebaya dan kamen berwarna putih dan kuning.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Mengerikan di Singaraja; Tak Nyalakan Lampu Utama, Dua Pemotor Luka-Luka
Para lelaki itu juga terlihat menggunakan sanggul menyerupai wanita bali.
Mereka terlihat lincah menari Tarian Rejang dalam sebuah acara yang diduga adalah odalah di sebuah pura.
Tak hanya laki-laki, Sebagian penari Rejang itu juga merupakan wanita asli.
Sontak saja, aksi tersebut mengundang gelak tawa penonton yang hadir dalam acara tersebut.
“Pengayah Rejang Muani Desa Adat Serangan,”tulis keterangan dalam video dikutip pada Selasa (17/09/2024).
Baca Juga: WADUH! Warga Keluhkan Trotoar di Canggu Bali Dijadikan Tempat Parkir Sepeda Motor dan Mobil
Tak diketahui secara detail di mana lokasi video itu diambil dan dalam acara apa.
Sontak saja, video tersebut pun mengundang beragam komentar warganet di media sosial.
Sebagian warganet menyayangkan aksi tersebut lantaran menilai tarian tersebut sakral dan tak pantas dijadikan candaan.
Namun ada juga wargane yang menilai jika tarian tersebut dijadikan sebuah hiburan sebaiknya dipentaskan di luar area pura.
“Kalau tujuannya untuk menghibur sebaiknya sediakan panggung untuk hiburan, tp kalau tujuannya untuk ngayah sebaiknya gunakan busana yang wajar/bukan candaan,” tulis akun @Bamboo Classic.
“Setahu saya Tari Rejang Renteng itu kan tari sakral, sebaiknya tidak dijadikan lawakan. PHDIBali mungkin perlu diberi pencerahan,” tulis akun @Ayu Nadri.
Baca Juga: Pernikahan Mualaf di Bali Picu Kontroversi; Ijab Kabul Ida Ayu Viral di Tiktok
“Bukannya lucu malah merusak budaya sendiri, Taksu Bali ilang ulian prilaku manusia sekadi niki, satu kata buat mereka, MATAH KELUR,” tulis akun @Nara Arbelo.
Untuk diketahui Tari Rejang merupakan salah satu tarian sakral yang dipentaskan dalam upacara keagamaan Hindu.
Tarian ini dipersembahkan kepada Dewa dan memiliki makna untuk melepas ego pribadi, mencapai bagian terbaik, dan menyamakan ritme dengan orang lain.
Editor : Wiwin Meliana