Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Deklarasi Suyadinata dan Mulia-PAS: Sepakat Program Pendidikan Gratis 12 Tahun, Entaskan Krisis Air Kuta Selatan

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 17 September 2024 | 22:53 WIB
DEKLARASI: Bapaslon Suyadinata menghadiri deklarasi di kediaman Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Badung, di Kuta Selatan, Senin (16/9).
DEKLARASI: Bapaslon Suyadinata menghadiri deklarasi di kediaman Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Badung, di Kuta Selatan, Senin (16/9).

BALIEXPRESS.ID - Bakal Pasangan calon (Bapaslon) bupati dan wakil bupati Badung, I Wayan Suyasa - I Putu Alit Yandinata (Suyadinata) dan Bapaslon gubernur dan wakil gubernur Bali, Made Muliawan Arya - Putu Agus Suradnyana (Mulia-Pas) melakukan deklarasi di kediaman Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Badung, I Wayan Disel Astawa, Senin (16/9).

Acara ini dihadiri ribuan masyarakat yang siap menjadi relawan dan pengurus partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Ada sejumlah program yang disampaikan, yang mencolok adalah program pendidikan yang linier antar kedua paslon.

Program tersebut adalah memberikan kesempatan masyarakat mengenyam pendidikan hingga 12 tahun bahkan sampai di bangku kuliah. 

Bapaslon Mulia - PAS dalam orasi programnya menyatakan, untuk pendidikan dipastikan akan digratiskan baik negeri dan swasta oleh calon bupati dan wakil bupati Badung, Suyadinata. Untuk di Provinsi Mulia-PAS yang akan menjalankan di tingkat SMA/SMK.

“Sesuai aturan, dari TK hingga SMP merupakan tanggung jawab kabupateni, sedangkan di provinsi adalah  tingkat SMA/SMK dan jenjang perguruan tinggi. Untuk itu, kita bisa linierkan program pendidikan gratis ini minimal untuk siswa belajar wajib 12 tahun,” ujar Made Muliawan Arya alias De Gadjah.

Bapaslon Suyadinata, dalam orasi programnya mengungkapkan, program Rp 1 miliar untuk banjar adat dan Rp 2 miliar untuk desa adat, dipastkan dapat dilakukan dan wajib dijalankan.

Begitu juga dengan pendidikan gratis di negeri dan swasta juga wajib hukumnya. Selain itu pemberian dan untuk subak hingga Rp 150 juta per tahun juga akan direalisasikan.

“Begitu juga dengan untuk santunan kematian sudah kami rancang Rp 25 juta.  Selain itu, untuk menjaga prularisme, semua umat setiap hajatan akan juga kami bantu. Tidak saja umat Hindu yang kita berikan daging babi, umat lain juga kami berikan bantuan. Namun bukan berupa daging babi di saat hari raya mereka," ujarnya Bacalon Bupati Badung, I Wayan Suyasa.

Lebih lanjut dikatakan, jika ada yang mempertanyakan program Suyadinata, biarkan Paslon Suyadinata yang nantinya bertanggungjawab penuh. Terutama jika nantinya diberikan kepercayaan untuk memimpin Badung.

“Jika pariwisata sudah berjalan seperti saat ini, APBD Badung bisa kita tingkatkan sampai Rp 12-15 triliun.  Pendapatan yang sudah besar, apa yang tidak bisa kami berikan untuk masyarakat Badung,” terangnya

Selain itu, Paslon Suyadinata juga memiliki gagasan untuk menyelesaikan persoalan air bersih di kawasan Kuta Selatan yang sudah puluhan tahun tak bisa terselesaikan. “Kami memiliki  keseriusan untuk mengatasi permasalah air di Kuta Selatan dan kami rancang persoalan air ini biar tuntas selama kita memimpin. Kami Paslon Suyadinata, menitip diri kepada masyarakat di Kuta Selatan,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Badung, yang juga ketua tim pemenangan PAS-Mulia, I Wayan Disel Astawa mengatakan, semua tokoh-tokoh penting di Pemkab Badung ada di Kuta Selatan.

Ada wakil bupati, sebelumnya juga ada Sekda dan ada kepala Bapenda, tapi untuk menyelesaikan masalah air di Kuta Selatan belum terealisasi.

“Saya bicara fakta. Saat Paslon Suyadinata bicara program pengentasan masalah air di Kuta Selatan, pihak sebelah baru kemarin mereka mengumumkan akan segera mewujudkan air bersih. Menurut saya hal itu suatu yang keliru,” paparnya.

Editor : Nyoman Suarna
#Kuta Selatan #gratis #krisis air #deklarasi #Suyadinata #pendidikan #pas #Mulia