SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Buleleng, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, Sutjidra-Supriatna, berkomitmen untuk memfokuskan program mereka pada bidang pendidikan. Salah satu program unggulan yang akan digalakkan adalah program kejar paket, yang ditujukan bagi siswa yang putus sekolah atau berasal dari keluarga kurang mampu.
Program kejar paket ini mencakup kejar paket A, B, dan C, yang memungkinkan siswa untuk menyelesaikan pendidikan setara SD, SMP, dan SMA. Sutjidra-Supriatna menyadari pentingnya akses pendidikan bagi semua kalangan, terutama mereka yang kurang mampu, sehingga program ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka putus sekolah di Buleleng.
“Mereka berhak mendapat pendidikan yang layak. Program ini nanti akan kami evaluasi, misalnya 3 tahun sekali per jenjang. Nanti wakil saya (Gede Supriatna) yang akan melakukan evaluasi itu,” terang Nyoman Sutjidra, Senin (23/9) pagi.
Selain itu, Sutjidra juga mengaskan akan mengatasi masalah pengadaan seragam sekolah. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pengadaan seragam sekolah ini sering menjadi polemic di setiap sekolah. Para orangtua kerap mengeluh dengan biaya pengadaan seragam tersebut. Untuk itu pasangan Sutjidra-Supriatna ini berjanji akan mensubsidi seragam sekolah untuk siswa baru.
“Ini yang akan kami subsidi. Seragam gratis ini akan diberikan kepada semua siswa baru, dari tingkat PAUD hingga SMA, tanpa memandang status ekonomi, baik dari keluarga kaya maupun kurang mampu,” ujarnya didampingi calon wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna.
Melalui program ini, pasangan Sutjidra-Supriatna berharap dapat memberikan kesempatan yang lebih besar kepada anak-anak Buleleng untuk mengenyam pendidikan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan. ***
Editor : Dian Suryantini