BALIEXPRESS.ID - Bus Surya Bali bernomor pelat DK 7207 AC terlibat dalam kecelakaan maut di jalan Pantura Pati, tepatnya di Desa Jembangan, Kecamatan Batangan, Pati, Jawa Tengah, Senin (23/9/2024). Kecelakaan ini juga melibatkan dua truk. Enam orang tewas.
Bagaimana sejarah PO Surya Bali? Dilansir dari berbagai sumber, bus Surya Bali, yang kini dikenal luas sebagai salah satu operator transportasi terkemuka di Indonesia, memiliki sejarah yang menarik dan penuh liku.
Awalnya, perjalanan ini dimulai oleh Ketut Nik Suryana, seorang warga Desa Palasari, Melaya, Jembrana, Bali.
Dia memulai usaha transportasinya dengan bantuan pinjaman bus dari Santoso Darmojuwono, bos bus Safari Dharma Raya pada 10 Januari 2008.
Dengan bus yang ia desain menggunakan spidol, Ketut memulai bisnis di bidang bus pariwisata.
Pada tahun 2010, dia membeli bus Hino, tetapi setelah dua bulan, bus tersebut menganggur karena tidak ada rute yang jelas.
Meskipun awalnya beroperasi di sektor pariwisata, Ketut Nik merasa ada peluang lebih besar dengan mengubah fokus ke layanan bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi).
Setelah mengalami kebingungan dan kesulitan, Ketut Nik mendapatkan bimbingan dari Ketut Eddy Dharma Putra, ketua Organda Bali dan pemilik bus Restu Mulia.
Edy mengajarinya tentang bisnis AKAP dan membantu Ketut untuk mendapatkan izin jalur AKAP.
Proyek pertama mereka adalah rute Denpasar-Semarang, yang menjadi langkah awal yang krusial. Kemudian berkembang dengan rute Denpasar-Jepara.
Sampai saat ini sudah ada banyak trayek yang dimilik Surya Bali.
Seiring waktu, Ketut Nik bertemu dengan Fajar Utama, yang kemudian menjadi rekan bisnisnya dan berperan sebagai operator bus AKAP Surya Bali.
Munculnya ide untuk mendirikan PO Surya Bali membuat bisnisnya berkembang pesat, dengan tagline "First Class Service" yang mencerminkan komitmen mereka terhadap kualitas layanan.
Hingga saat ini, Surya Bali telah berkembang pesat, dengan layanan pariwisata yang kini menggunakan mobil kecil seperti Fortuner dan Alphard. ***
Editor : Y. Raharyo